Senin, 20 April 2009

DEAR ... Seluruh hati

Wah udah lama jg ya aq ga nulis, maklum kerjaan tambah sibuk. Hampir nggak ada waktu, sedikit ada waktu luang, langsung buat istirahat. Tapi namanya jiwa,emang nggak bisa dipungkiri, ada aja gaya tegurny yg membuat tangan ini kembali bergerak. Menelusuri keyboard dlm rangkaian abjad yg sarat makna.

Hari ini hujan kembali mengguyur kotaku. Membuat sebagian jiwa begitu damai dlm selimut malam namun tak sedikit jg yg mendengkur dlm bias asa kedinginan. Mencoba menghangatkan hati walau sekedar beralaskan koran di emperan toko.

" Aku kehujanan lagi" .. Ah beginilah hidup. Tak bisa diterka pun diduga. Padahal hari begitu terik & mentari benderang laksana lampu abadi tetapi dlm sekejap tiba - tiba langit gelap dan "Byurr .." basah lah alam dlm siraman sang empunya dunia ...

Hujan ini tak pernah berlalu dari memori aku. Entah kenapa sejak kecil,aku suka bgt memandangi hujan apalagi gerimis. "GERIMIS" .. ya rasanya indah banget. Selalu ada makna setiap kali gerimis dan hujan singgah. Seperti kali ini, ketika aku berteduh di emperan toko. Ada banyak jiwa yg telah lalai dr penglihatan. Ketika aku terus saja bergumul dg aktivitas duniawi yg terkadang hanya hadirkan penat, dan disana di belahan sudut bumi ada seorang kakek dg tubuh tua ronta yg msh saja menyambung hdp tanpa lelah walau kakinya tak lagi mampu menyanggah tubuh rentanya. Ah ... Aku tak kuasa menahan air yg mengalir menghangatkan pipi. Dialah kehidupan itu, hakikinya kehidupan. Ya Allah, kemana aku selama ini ...

Aku pernah berpikir pasti kakek itu sekali waktu sempat merasa begitu enaknya menjadi org dibalik mobil itu. Tak hrs membanting tulang demi sesuap nasi, tak mesti kepanasan pun kehujanan. Ah aku bodoh bgt ... Oh ya pnh tau acr tukar nasib nggak? Aku jd sadar manusia udah sepantasnya mensyukuri apa yg dimiliki. Mereka yg miskin ktk ditukar mjd org kaya, tnyata pd akhrnya tetap merasa kebahagiaan mereka temukan dlm keadaan sblmnya. Inilah potret hdp yg harusnya kita cermati .. Syukuri apa yg ada ...

Rabu, 17 Desember 2008

TANPA JUDUL

Beberapa minggu ini aku tak tahu apa yg sebenarnya terjadi dg rasa dan sgala kecamuk gelisah. Tiba-tiba saja aku merasa sendiri, teman terasa menjauh tanpa sempat ucap kata pisah atau ini hanya perasaanku saja. Apa sebenarnya yg tjd dg hari-hari aku ???

Terkadang aku slalu bertanya apa sesungguhnya makna hakiki dr sahabat ... YOU ARE MINE atau I AM YOURS ... sebuah raga yg slalu ada ketika kita butuh. Tempat berteduh kala hati kembali resah, cawan indah untuk berbagi tanpa kekhawatiran kan meluas atau hanya sebuah nama tanpa makna. Setidaknya itu yg kuyakini selama ini tetapi mengapa ketika aku terpuruk tak ada sahabat di sisiku yg mampu membuat bangkit dr ketakberdayaan.

Seorang teman pnh bilang kalau kita menganggap mereka shbt maka apa yg kita lakukan untuk mereka penuh dg keikhlasan walaupun tak berbalas. Namun apalah daya aku jg manusia biasa yg kadang tak berbesar hati menerima semuanya. Kesal, resah, kecewa bahkan jg amarah.

Pernah kusemai mimpi indah dr persahabatan, berharap kelak ini kan jadi sebuah kisah klasik untuk masa depan. Sahabat selalu di hati, tak sedetikpun beranjak dr ruang jiwa meski beragam pesona gemerlap dunia coba tawarkan indah semu. Apapun adanya sahabat kan selamanya tak terganti oleh apapun meski kini mereka kembali menjauh demi sebuah mimpi. Aku rasa ku jg TAK PERLU KELILING DUNIA untuk mencari ARTI SAHABAT sebab dr hati YANG TERDALAM mereka adalah KISAH YG SEMPURNA bg jiwaku.

Senin, 15 September 2008

M E R I N D U M U (ketika cahaya itu terang kembali)

Cinta Mu bangunkanku dr mimpi
Tersentak tak sengaja diri
Tiba-tiba aku merasa ada yg hilang
Tapi ada jua kutemukan berselang

Dalam buai gelisah
Sejuk mata airMu buang resah
Pupuskan setiap masalah
Bersama bisikan lirih desah

Tuhanku ...
Malam ini kembali ku merindu
Ada hasrat hendak bertemu
Walau jarak terasa semu

Tuhanku ...
Aku bukan pengikut terbaikMU
Aku bukan pecintaMU
Aku hanyalah hamba
Yang kerap berteman asa

Namun malam ini aku datang lagi
Merintih dlm agung ajunan ilahi
Mohon setitik kasih bagi sekeping hati
Sudilah Engkau berbagi

Semakin hari semakin ku tak tahu
Dimana ku dapat menjumpaMU
Tuk lepaskan segenap rindu

KETIKA WAKTU BERAKHIR

Kita hidup di dunia bukan untuk selamanya, masih ada kehidupan lain sesudahnya. "HIDUP SESUDAH MATI" sudahkah kita siap menghadapinya ? (pertanyaan bg setiap jiwa yg msh punya harap kan cinta Nya)

Ketika dunia dlm genggaman, begitu banyak yg terlupa. Kita terlalu bangga dg label yg melekat kuat berteman atribut penting yg sejatinya tak punya arti apapun selain prestise dlm hidup. Tenggelam dan terus saja larut dlm permainan dunia tanpa sadar waktu hendak berakhir dan tak pernah ada announce untuk itu semua. Tiba-tiba saja waktu terenggut dr diri dlm ketaksiapan. Sementara pinta bijak untuk mengulang kembali waktu yg telah berlalu, tak lg bisa ... Lalu apa yg bs kita bawa ???

PENYESALAN ... Hanya itu yg tersisa dan takkan pernah bisa merubah apapun. Jangan biarkan diri tumbuh dlm penyesalan tak bertepi sebab waktu sll punya caranya sendiri untuk memberimu kesempatan...dan tak semua org berhak mendapatkan kesempatan kedua

Setiap jiwa punya jalannya sendiri untuk sampai pada ujung penantian yg pasti kan datang ... Entah kapan .. Dan dg akhir bagaimana ...


(menuju hidup sebenarnya ...)

SEBUAH KEIKHLASAN

Masih adakah yg tersisa dari segala kecongkakan kita sebagai manusia ketika segala yg termiliki terenggut dr genggaman ???

Berontak,menggugat dan marah pada keadaan. Tak bisa menerima apa yg tak teringin darinya tetapi kenyataan tak bisa dihindari ...

Mungkin kata ini memang mudah untuk diucapkan "IKHLAS" tapi tahu nggak pengejawantahannya begitu sulit. Inilah ilmu yg paling sulit untuk dikuasai. Ketika kita sudah mampu memaknai kata ini, maka takkan ada lagi yg pantas dikeluhkan apalagi ditangisi. Kita hanya manusia yg cukup mampu mensyukuri segala yg telah diberi sebab apa yg IA curahkan adalah yg terbaik dlm kehidupan dan segala yg tak dimiliki tak berhak menuntut bagi sebuah keberpihakan.

Yang menjadi pertanyaan adalah dalam kehidupan yg sedemikian kompleks ini, mampukah setiap manusia memahaminya ???

(ketika letih melanda jiwa yg lemah ... )

MENDEKAP SEPI

DARI HATI .....
UNTUK HATI .....


Ketika sebuah hati terbentur pada tembok bimbang, maka butuh sejuta keberanian untuk menentukan kemana langkah hendak bermuara. Diantara beragam gejolak dari geliat rasa, hanya keputusan terbaik yg hendak dituju. Tetapi manusia tetap saja tersungkur pada riak tak tentu yg kembali menggugah sejatinya hati. Sebab diantara berjuta ketegaran yg ia tampilkan dalam aroma kepalsuan, tetap saja ia hanyalah seonggok kelemahan yg coba berdiri kokoh dalam jubah kesepian.

Mengapa sepi kerap datang pada jiwa dalam kesendirian ? Sebuah tanya yg sebenarnya tak butuh jawab sebab pada dasarnya kita jg butuh kesepian itu sendiri untuk kembali merasakan adanya hati dalam sejatinya raga atas nama " M A N U S I A" ...

(mempertanyakan lagi sebuah hati ... )

Selasa, 02 September 2008

SECUIL ASA RAMADHAN

Bulan penuh berkah & ampunan telah mendekap setiap hati tuk senantiasa menghiasnya dengan segenap bajik. Puasa ramadhan ternyata tak mudah. Tak cukup hanya menahan lapar dahaga tetapi menjaga hati agar tetap terpelihara dalam tangkup sabar ternyata sulit.

Berusaha untuk memahami segala gerak dan perilaku, berharap lahir kepedulian dari secuil rasa hingga sgala yg mengalir tak hadirkan resah. Inilah bulan terbaek yg senantiasa dirindukan... Andai setiap orang merasa bahwa inilah ramadhan terakhir baginya, pastilah arena perlombaan amal ibadah ini tak kan pernah sepi..lalu bagaimana dg kamu ???