Kamis, 29 Januari 2015

J A N U A R I

Januari ...
Bulan paling romantis yang kupunya. Banyak hal berarti yang menyapa di bulan ini. Sama seperti Januari-januari sebelumnya, tahun ini pun aku selalu menganggap Januari semanis cokelat. Setiap pecinta cokelat pasti paham seperti apa rasanya bertemu dengan cokelat.

Gerimis yang menjelma hujan tak pernah mengurangi makna Januari. Tetap saja alam makin romantis dengan tawa embun yang selalu datang di pagi buta. Bahkan pelangi selepas hujan di sore hari kian meyempurnakan Januari.

Aku bahagia karena penikmat Januari bukan cuma aku saja. Nyaris semua sahabat dekat dan saudara mempunyai tautan yang indah dengan Januari. Teteh Jazilah Imana, yang lebih beken dengan nama pena Jazm Naira Chand adalah salah satunya. 10 Januari adalah cerita yang indah untuknya, meski ia selalu memaknainya dengan cara-cara luar biasa. Aku selalu saja dibuat surprise dalam kesyukuran dengan semua yang dia lakukan. Pastinya kiprahnya untuk sesama.

Janu, sahabat dari laskar lelaki ini juga melewati Januari sebagai bulan kelahiran. Mengenalnya pun di Januari ketika sama-sama bergerak dalam dunia literasi.

UNSA, ah komunitas ini tak kalah dahsyatnya. Januari juga merupakan kelahirannya. Seringkali kami berkumpul dalam acara perayaan ulang tahunnya sekaligus merayakan kelahiran kami yang sama-sama jatuh di bulan serupa.

Januari,
Cokelat itu kian manis. Semanis cerita yang tergenapi di bulan yang sama. Tuhan Maha Indah, sungguh dahsyat cerita yang telah dirancangNya. Bahkan nalarku tak pernah sanggup menganalisa semua yang terjadi hingga detik ini. Bahkan ketika detik sebuah hati menawarkan penggenapan rasa, aku masih bungkam dalam bahasa.
Thanks God, untuk semua bahagia.

...
Duhai jiwa,
Tak perlu sedu sedan dalam gundah
Tak perlu air mata untuk sebuah lara
Sebab janji Tuhan tak pernah salah
Pelangi selalu menepati janjinya
...

Finally,
Happy Bornday ENDANG SSN
Semoga segenap berkah selalu ada
Semoga berlimpah sehat dan sukses
Semoga selamanya dalam iman dan islam
Semoga menjadi hamba yang selalu dicintaNya
Semoga menggenapkan dan tergenapkan
Aamiin ...

Selasa, 27 Januari 2015

Tentang KITA

KITA ...

Kita tak pernah tahu akan seperti apa Tuhan menulis skenarioNya. Seringkali apa yang tidak kita duga, menjadi lipatan bahagia yang sedang Tuhan siapkan.

Kita, pernah menjejak cerita dalam judul yang berbeda. Pernah menjalani rindu untuk satu nama yang tak sama. Pernah memilin harap untuk masa yang tak sama. Pernah menyebut nama yang tak sama dalam lafaz pinta.

Kita, pernah sama-sama terantuk lara ketika harap tak seindah nyata yang kita mau. Kita, sama-sama terluka lalu mendekap hati sendiri. Kita, sama-sama sangat pasrah pada kuasaNya. Dalam satu degup rindu yang semestinya. Dalam satu nafas cinta yang seharusnya, cinta kepadaNya saja.

Dan kita, bersyukur karena Tuhan sudah mengirimkan cerita yang sangat indah. Dia tak pernah pergi bahkan ketika kita menganggap hidup sangat lara. Dia tak pernah henti menguatkan bahkan ketika kita sendiri merasa tak sanggup. Dia meyakinkan kita bahwa melepaskan yang lalu adalah salah satu caraNya untuk mempertemukan kita dengan masa depan penuh bahagia. Dan Dia selalu ada, dalam tiap tarikan nafas, dalam denyut nadi. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

Bismillah ...
Aku menerima engkau
Karena Allah.

Kamis, 15 Januari 2015

Jejak Rasa

Listen to RASA ITU at Hati by endang_ssn #np on #SoundCloud https://soundcloud.com/endang_ssn/rasa-itu-at-hati

Rabu, 31 Desember 2014

SETAHUN KEMARIN

Tepat tanggal ini, setahun kemarin
Langkah merapuh
Gundah mendekap gelisah
Ketika satu mimpi beranjak pergi
Detik tak lagi berdetak
Lara memapah rasa, tunduk
Luruh bersama tanya yang lebih banyak sesak

Tepat tanggal ini, setahun kemarin
Kehangatan rasa pernah terjanjikan
Mencoba menghapus air mata
Melepas gelisah yang tak lagi tawar
Sayang, semua terbingkai fatamorgana
Dalam kacamata hati yang terbangun tembok tinggi

Tuhan sungguh Maha Cinta
Menghitung segala kemungkinan dengan sangat rapi
Menjauhkan yang dekat
Mendekatkan yang jauh
Tangis yang nyata, bukan berarti melepas senyum untuk selamanya

Tepat tanggal ini, kini
Sebuah hati menepati janjinya
Tidak tiba-tiba datang, lalu pergi
Tapi sempurna menyanding hati
Dalam kesejatian rasa

...

Senin, 29 Desember 2014

KENANGAN

Berterima kasihlah pada semua kenangan, karena sengaja atau nggak, ia membuatmu kaya cerita.

Kenangan tetap saja bernama kenangan. Lukisan cerita yang pernah menjadi bagian hidup dan bahkan mungkin tak pernah terbersit untuk menjadi kenangan. Ada yang bisa melepasnya perlahan, satu persatu. Tapi tak banyak yang memilih bertahan untuk menyimpannya dalam satu ruang tanpa nama. Apa pun itu, pada dasarnya nggak semua orang bisa berdamai dengan setiap kenangan.

Hidup mengajarkan kita bahwa ada yang bisa dibagi, ada yang tidak. Jangan pernah membagi apa yang tidak pernah bisa dibagi dan tidak boleh dibagi. Jangan menjemput apa yang tidak seharusnya kembali.

Kenangan tak pernah menyisakan apa-apa. Hanya bayangan semu. Bertahan dalam cerita yang tak pernah berujung hanya akan membawa lara kembali datang.

Lepaskan! Ia yang memang harus dilepaskan.

That's it ...

Sabtu, 27 Desember 2014

ME TIME

Ini adalah hari ketiga dari long weekend akhir tahun. Berbeda dari liburan biasanya, kali ini nggak penuh dengan rencana. Ada sih ajakan seorang sahabat peneliti untuk melewati liburan di Yogya, tapi karena nggak bisa ambil cuti mendadak, akhirnya tawaran itu melayang. Dan sahabatku juga harus putar haluan liburannya ke Ujung Pandang. I'm so sorry ...

Hari pertama liburan puas dengan nonton dua film berkualitas tahun ini. Pendekar Tongkat Emas dan Merry Riana. Kalo PTE sih wajib nonton, bukan karena pemainnya sang idola Reza Rahadian, tapi juga karena ini merupakan satu-satunya film laga yang menarik perhatianku. Animo masyarakat sangat mengundang penasaran. Hmm, kalo Merry Riana, aku sudah membaca bukunya jauh sebelum film ini lahir. Dan surprise, dua film ini penuh dengan penonton. Alhamdulillah karya anak negeri bisa berjaya di tanah kita sendiri.

Hari kedua liburan benar-benar boring. Aku nggak punya planning apa-apa. Alhasil, inilah hal paling menyenangkan selama di rumah. Menghabiskan beberapa buku yang sebagian memang masih bersegel. Buku adalah teman paling menyenangkan. Dia sudah membawaku menjelajah negeri ini. Dia juga membuatku bertemu orang-orang baru, hati yang baru dan tanpa disadari kedekatan-kedekatan itu terlahir menjadi sebuah ikatan persahabatan abadi.

Hari ketiga liburan, ah lebih dari menyenangkan. Bisa menyelesaikan beberapa hal yang harus segera ready. Sebuah prasasti sudah nyata, tinggal melangkah lagi. Step by step, semua cerita akan menyempurna.

Besok?
Semoga menjadi liburan yang jauh lebih indah. Melihat si Niky lama-lama menggantung, rasanya nggak tega juga. Damn! AKU KANGEN MOTRET. Dunia yang sempat aku anak tirikan karena menulis. Bagaimana pun aku tidak akan pernah meninggalkan keduanya. Motret dan Nulis adalah jiwa yang tak terpisahkan.

God, terima kasih banyak.
Untuk semua tangis, tawa, lara, bahagia, nama-nama yang pernah singgah, surprise-surprise mungil. Ah semua membuat aku dan ceritaku semakin tergenapi.