Rabu, 01 Februari 2012

Pelajaran indah untuk sebuah “Peduli”

“Terima kasih sudah mau datang kesini. Kehadiran kalian sangat berarti untuk membangkitkan semangat mereka lagi”

Kalimat itu masih saja terngiang. Sedalam itu mereka memaknainya. Sungguh, dunia pendidikan sepantasnya berterima kasih kepada anak-anak di pelosok dan pedalaman itu. Sekalipun daerahnya sangat terpencil, bahkan tak terjangkau oleh modernisasi namun semangat belajarnya tak pernah punah. Walaupun jarak yang harus ditempuh begitu jauh dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki tanpa alas apapun, mereka tetap bersedia datang ke sekolah. Kekurangan tenaga pengajar awalnya menjadi kendala.

Tak mudah memang menemukan orang yang bersedia mengabdikan diri di daerah pedalaman dengan sukarela, tanpa tendensi apapun. Akan tetapi tak mudah bukan berarti tak ada. Disana aku masih bisa menemukan sebuah “Kepedulian”. Nyata, sungguh nyata.

Meninggalkan gemerlap kota dengan segala fasilitasnya, tinggal di daerah dengan hidup seadanya bahkan yang paling miris ketika mendapati ada sekolah yang hanya beratapkan langit. Untuk negeri dan masa depan serta mimpi anak-anak kecil itu, semua pengorbanan ini seakan tak berarti.
Melihat senyum dan binar semangat mereka, mengantarkan mereka meraih mimpi adalah hal paling indah yang masih ingin kami capai. Tak ada yang lebih berarti selain dapat bermanfaat bagi orang lain.

Bahagia itu tak pernah bersyarat. Tak peduli di bumi mana kaki berpijak, selama hati kita lapang dan bersyukur maka bahagia akan kita dekap pasti. Mimpi mereka adalah bara yang akan terus membakar nadi-nadi kami untuk berkarya lebih baik lagi. Untukmu negeri, padamu negeri. Untuk mimpi-mimpi anak negeri. Untuk mereka dan masa depannya.

Tidak ada komentar: