Rabu, 20 Januari 2016

TENGADAHLAH! AGAR DUNIA TAK BASAH.

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. 
Bahagia itu datang. Tanpa sengaja melihat sebuah pengumuman di salah satu koran nasional. Syukur banget karena salah satu karya kekasih halalku ternyata masuk dalam nominasi dan dimuat. Sungguh, Engkau Maha Baik. 

Sayang, seribu sayang. Cerita bahagia hari ini sedikit terusik. Sedikit, ya aku mengatakannya hanya sedikit. Karena sungguh aku tidak rela kalau harus melepaskan senyuman dan mengubahnya dengan air mata. 

Ketika tengah asyik ngobrol dengan beberapa orang teman kantor di ruang santai, tempat kami biasa melewatkan waktu untuk makan siang, tiba-tiba salah seorang dari mereka berkata. 
"Kamu nunda ya? Ikut KB?" 
Ups, pertanyaan itu sontak mengejutkanku. Maksudnya apa coba? Aku hany bisa menggeleng dengan rasa penasaran. Lalu tanpa sempat direm dengan cepat dia berdalih. 
"Makanya cepat-cepat ke dokter. Periksa semua, suami istri. Supaya kalau terjadi hal yang tidak diinginkan cepat tertolong. Segera ada solusi. Inget umur, kasihan juga orang tuamu kalau harus nunggu lama buat gendong cucu. Sebelum terlanjur kelamaan, cepet periksa biar ketemu. Ada masalah atau nggak." 
Duh, entah demi atas nama apa, sumpah rasanya sakit banget kalimat itu. Walaupun sebenarnya mungkin tujuannya baik. Tapi ups, aku menikah baru hitungan 3 bulan. Cuma gegara kawan-kawan lain yang pernikahannya bersamaan denganku dan sekarang tengah merasakan mual-mual karena hamil, masa langsung ngejudge begitu. Mungkin tujuannya baik tapi penyampaiannya sangat nggak nyaman. Kalau saja terlanjur melankolis, mungkin air mata sudah tak terbendung. Beruntung Tuhan masih memberiku kekuatan untuk bertahan dengan tetap tersenyum. Allah Maha Cinta, ampuni hambaMu ini. 

Perasaan itu, ah entah apa namanya. Tidak dipungkiri, sedikit sesak. Rasanya pengen pulang, berlari dan menangis dalam sujud. Mungkin perasaan ini yang terlalu melow, tapi tentang rasa, siapa yang bisa menakarnya. 

Aku percaya Tuhan selalu mempunyai cara dan waktu paling baik menurutNya. Seperti pertemuanku dengannya, yang sangat aku syukuri kini. Tak pernah diduga, tak pernah dinyana jika ternyata dialah yang sudah tertulis dalam kitab kehidupanku. Dan malaikat-malaikat kecil itu, aku yakin dan sangat percaya Tuhan akan mengirimkannya segera. Aku percaya Tuhan akan menitipkan amanah indah itu kepadaku dan suami. Aku yakin Tuhan akan mengisi rumah kami dengan tawa pangeran dan bidadari kecil dari rahimku. Tuhan, aku percaya. Tidak pernah ada yang sulit selama Engkau mudahkan dan tidak ada yang mudah tanpa Engkau mudahkan. 

Allah, aku padaMu saja. 

::: 14.30 -di sela lunch :::

Tidak ada komentar: