Senin, 16 Januari 2012

Ini, untuk senyum kalian

Malaikat-malaikat kecil,
Entah kenapa yang terfikir justru berbagi ini dengan kalian. Sua yang tak dinyana, sapa yang tak disengaja dan senyum yang tak kusangka selalu menari setiap kali mengingat wajah kalian satu persatu. Kepolosan , keluguan serta keceriaan yang selalu terbingkai sekalipun hidup tak menjanjikan kalian apa-apa. Aku belajar banyak hal dari kalian, dan semua itu pasti tak pernah kalian kira. Ada rasa yang harus lebih diluweskan, ada hati yang mesti lebih dilembutkan dan ada sabar yang senantiasa harus dikedepankan serta kesyukuran yang harus selalu teringati.





Kado kecil ini mungkin hanya deretan angka. Tapi bukan itu yang kumaksud. Warna ini bukan karena sang empunya ide sangat menyukainya, tapi ini punya makna. Kalimat-kalimat itu bukan tentang rangkaian aksara yang mengedepankan keindahan saja, tapi ini juga punya arti.

Lembaran angka yang berderet rapi, tanpa kita sadari selalu meliriknya di setiap hari. Aku tahu kalian punya mimpi, kupahami bagaimana waktu terasa begitu sempit diantara segudang aktifitas yang harus kalian jalankan demi sesuap nasi. Lihat saja angka-angka penanda hari itu, waktu tak pernah bisa diulang. Jika hari ini kita menunda satu mimpi maka belum tentu esok ia akan menghampiri. 365 hari tak lagi menjadi catatan waktu yang lama. Sesaat saja tahun juga segera berganti. Maka sungguh menjadi orang yang merugi saat kita hanya menyiakannya begitu saja.
Aku adalah salah satu orang yang percaya akan mimpi-mimpi kalian, maka sudilah bergerak untuk menggapainya. Melewati setiap deretan angka itu dengan sesuatu yang berarti.

Hamparan tanah kita sarat dengan nuansa hijau. Kuketahui dengan pasti sebelum menjejakkan raga di sekolah ini, kalian masih harus berjuang bersama kedua mutiara hati demi hidup hari ini, entah esok. Berlari-lari dari sawah, kadang tanpa alas kaki demi bangku sekolah. Salutku tak cukup sebab kalian semestinya berhak mengecap yang jauh lebih baik dari sekolah alam kita.
Alam kita sangat hijau, maka kumau kalian merasa begitu dekat dengannya. Warnanya juga sangat menyegarkan, semoga kalian selalu bersemangat untuk terus berlari mengejar mimpi. Tak ada yang harus kalian korbankan untuk semua itu. Bakti pada orang tua, guru juga persaudaraan dengan sesama. Semua dapat berjalan seiring. Masih ingat kan kita pernah bicara bahwa alam itu selalu berbahasa, ada makna dalam segala pertanda.
Kedekatan kalian dengan alam, sebuah nada rasa yang tak bisa kulupakan begitu saja. Lekat, sungguh lekat dalam kalbu. Hijau, milik alam, aku, kamu, mereka juga kita.

Rasanya kalimat-kalimat yang tercatat diantara deretan angka itu terlalu muluk ya untuk diterjemahkan ? Tapi aku mau kalian mampu melakukannya. Aku percaya, mereka juga. Jadi jangan pernah menyangsikan apapun yang menjadi impian kalian. Setiap orang berhak bermimpi sebab impian itu bukan hanya milik satu orang tapi punya semua orang yang mau memperjuangkannya. Kita hanya punya sekolah alam yang mungkin sangat jauh dari kata sempurna, tapi kita juga boleh bermimpi yang sama besarnya dengan mereka diluar sana. Saatnya kalian buktikan, bisa. Aku yakin kalian bisa.

Finally, tersenyumlah untuk segala yang telah kita lewati juga yang akan kita jelang. Hadapi semuanya dengan kebesaran hati dan jadikan kita berarti bagi dunia, juga sesama.


::: Terima kasih pada sebuah hati yang telah membantu mewujudkan semua ini, untuk malaikat kecil di pelosok sana. Bahagia itu saat bisa membahagiakan orang lain. Mimpi terindah itu bukan saja ketika mampu menggapai impian kita sendiri tapi saat waktu memberi kita ruang untuk orang lain mewujudkan impiannya :::

Kembali teryakini, hati ini tak hidup sendiri

Tidak ada komentar: