Minggu, 30 Januari 2011

TARGET OPERASI

TARGET OPERASI
Endang Ssn


Weekend, hari libur yang selalu kunanti setelah lima hari berjibaku dengan kumpulan rutinitas dan sederet deadline menulis. Kasihan juga melihat Lepi harus bekerja tujuh hari penuh menghabiskan waktu sampai dini hari setiap harinya. Selain itu aku juga butuh refreshing demi menyegarkan kembali otak dan menggali ide-ide baru.

Satu hal yang selalu menjadi sasaran di sela-sela waktu santai ( Itupun jika aku tak punya acara bersama teman-teman ), adalah menamatkan beberapa buku. Melihat beberapa buku yang sudah mampir di meja kamarku tanpa sempat kusentuh, rasanya tak adil juga. Sementara menulis semakin mengasah naluri, akupun tak ingin melewatkan beberapa karya bagus yang selalu menjadi target operasiku. Dan hari ini, aku bisa menyelesaikan dua buah buku. “ Penjajah di Rumahku “ sebuah kumpulan cerpen yang kudapat dari Esakura Cinta dan “ Prosa Kehidupan Kahlil Gibran “ yang memang sudah kuburu sejak beberapa waktu lalu. Lega rasanya sudah menunaikan sebuah kebutuhan yang amat penting ini. Seberapa banyak kau menulis maka usahakan sebanyak itu pula kau membaca, begitu sebuah petuah dari seorang penulis yang pernah mampir di inbox.

Dua buah buku lagi yang belum bisa kusentuh, “ Bumi Cinta “ Kang Abik dan Secret of Power. Semoga keduanya masih bersabar menanti waktu luang yang kupunya. Entah kapan tapi harus kutamatkan. Selebihnya terima kasih untuk beberapa sahabat atas kado indah ( Buku sarat makna ), yang selalu membuatku belajar, menjadikanku lebih baik dan terus memberiku motivasi untuk tak berhenti meraih mimpi.

SELAKSA MAKNA DALAM KUMCER “PENJAJAH DI RUMAHKU “

SELAKSA MAKNA DALAM KUMCER
“PENJAJAH DI RUMAHKU “


” Penjajah di Rumahku ” menjadi salah satu kado indah yang kuterima, sebagai pelengkap anugerah cinta di bulan Januari. Kejutan yang menyenangkan. Namun baru hari ini aku mampu menamatkannya. Rutinitas yang menjeratku begitu padat membuat waktu mesti bersabar menerima kesaksian akannya.
Buku yang ditulis oleh dua belas penulis wanita ini sempat membuatku tercengang. Tak heran, aku benar-benar setuju dengan apa yang dikatakan oleh Asma Nadia, Pipiet Senja dan Helvy Tiana Rosa. Ada semangat yang menyala, mata bercahaya dan semua menggambarkan perjuangan.
Kencan Terakhir menjadi catatan penting bahwa cinta itu butuh penerimaan akan seseorang apa adanya, kesejatian cinta tergambar dari keinginannya untuk membingkai sebuah hubungan pada altar yang semestinya, sebuah penghargaan akan kehadiran pasangan jiwa, bukan dengan sembunyi-sembunyi hanya atas nama popularitas yang enggan terkoyak. Dalam buku ini tak hanya menyajikan kisah cinta antara dua jiwa sebgai sepasang kekasih namun menggetarkan hati kita akan hubungan anak dan orang tua. Dalam ”Kleptomania” kita disuguhi kisah manis bagaimana seorang anak harus protes akan kasih sayang dan perhatiaan yang dirasanya telah hilang dari orang tua yang lebih tenggelam dalam kesibukan karirnya.
Hal unik kudapati pada kisah ”Dunia Maya” yang akhirnya benar-benar menjadi maya. Sebuah dunia yang kadang membuat orang lebih bisa memberi makna akan dirinya, meluapkan segala yang tak bisa diraihnya dalam nyata. Sekalipun kadang ada air mata disana, namun jujur atau tidak, kita pasti pernah mengalaminya.
Kumpulan cerpen yang sangat rugi untuk dilewatkan begitu saja. Ungkapan cinta yang diramu begitu dalam, bukan saja menyajikan kisah cinta biasa tapi rangkaian ceritanya diramu sedemikian kuat dan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. ” Bukan cinta biasa ”, kata yang mampu mewakili keseluruhan isi buku ini. Membacanya akan menggugah rasa yang kau punya, membuatmu mengerti bahwa inilah cinta yang sesungguhnya. Cinta yang semestinya menemukan arah sebenarnya cinta.
Yulia Safitri, Ita W, Widya Arum, Susie Utomo, Ida Raihan, Juwanna, Trisna, Bayu Insani, Indira M, Etik Widya, Chalim dan Andina Respati ... Dua belas nama yang pantas diacungi jempol. Semangat menulis yang dapat kurasakan dalam karya ini. Beruntung aku bisa mendapatkan buku ini beserta tanda tangan mereka di dalamnya. Lalu seperti apa kisah lengkap dari ”Penjajah di Rumahku ” ? Segera dapatkan bukunya dan biarkan rasamu menjelajah seluruh isi tulisan di dalamnya. Hingga kau dapat berujar pada akhir kau menamatkannya ” Karya yang Hebat ”.

Membaca dapat membuka jendela dunia. Jelajahi setiap karya sehingga kau dapat mengambil makna dan menterjemahkannya dalam nyata.

Endang Ssn: R E S A H

Endang Ssn: R E S A H

BINGKISAN DARI HONGKONG ( HADIAH LOMBA MENULIS SURAT INSPIRATIF By ESAKURA CINTA)


Hongkong ? …. Surprise

Kalender dua puluh lima yang berlimpah berkah. Rinai hujan masih terasa dingin menembus kulit, baju hangat sebagai penangkal air dikala musim dingin menjelma terlupa menemaniku. Mungkin saja ia masih terlalu sibuk memberi perlindungan pada yang lain, bukankah semestinya hidup memang harus berbagi.

Sebuah sapa hangat dari bunda tercinta mengagetkanku yang baru saja menapakkan kaki di beranda. “ Ada kado dari hongkong “ , kabar itu membuatku sedikit heran. Seingatku sih selama ini belum pernah ada yang mengingati ultahku sejauh jarak itu. Apalagi berhasrat memberiku hadiah istimewa. Tapi sebuah panah penasaran terlanjur menancap di relung hatiku, menggiring nalarku mencari dan membawa langkah kaki terseret meraihnya. Kado bersampul putih, lembut banget kala kusentuh. Apa isinya ya ? Tapi keyakinanku mengatakan sang pengirim pasti orang yang sangat istimewa. Ah, beruntungnya aku. Rasa memaksa jemariku membukanya perlahan.


Mataku takjub, ada desir dalam gemuruh hati. Inikah anugerah indah itu. Sender by Esa, begitu tulisan pada sampul belakang surat yang masih utuh dalam genggamku. Tak salah lagi dialah Esakura Cinta, wanita istimewa yang telah memberiku banyak inspirasi untuk menulis. Sentuhan semangat yang dihadiahkannya pada penulis amatir semacam aku yang bahkan untuk menyebut jati diriku sebagai penulis saja, aku masih malu.


Ada sebentuk bingkisan yang sangat indah dari hongkong. Semua ini sangat berarti untukku, sebagai pelecut semangat untuk tak berhenti menulis dan terus berkarya. Bahkan dua buah buku best seller telah terbang menuju persinggahan mungil di kota ini, menembus langit kelana dari hongkong, mana mungkin aku menyiakan utnuk tak segera melahapnya. Mataku telah tak sabar untuk menjelajah semua tulisan itu.

Bumi Cinta, sebuah karya best seller dari Kang Abik kini telah melengkapi perpustakaan indahku. Namun buku ini bukan sekedar buku biasa, sebab untuk mendapatkannya butuh perjuangan dalam sebuah kompetisi. Kubuka perlahan, Subhanallah, lengkap dengan tanda tangan si penulis. Mbak Esa, terima kasih atas hadiah terindah ini. Ulang tahunku memang sudah berlalu empat hari yang lalu, tapi kehadiran bingkisan darimu menjadi kado indah yang melengkapi 21 Januariku.

Hanya itu ? Tidak ... sebab sebuah buku turut menemaninya. Kumpulan cerpen Penjajah di Rumahku karya Flp Hongkong menyapa rasa penasaranku. Aku juga dibuat takjub dengan tanda tangan seluruh penulis di dalamnya. Ini sangat berharga untukku. Benar-benar berarti. Salam kreatif, terus berkarya, jangan berhenti menulis, itulah beberapa pesan yang mereka titipkan di atas tanda tangan itu. aku terharu, ada desir tak menentu yang sejenak tak mampu aku kuasai. Gemuruh dalam dadaku serasa meletup, sebegitu besar mereka menghargai sebuah karya. Ingin kupastikan, semoga waktu tak pernah menghentikan gores penaku.

Menulis surat inspiratif, tak hanya sebuah ajang untuk membuat pengakuan akan sebuah tulisan namun ada makna yang tak disadari membuat hidup berubah. Tulisan inspiratif itu secara tidak langsung justru memberi inspiratif bagi penulisnya. Tentang hakikat hidup dan kehidupan, bahkan tentang jati diri kita sebagai manusia. Berharap kumpulan karya itu kelak akan menjadi bacaan yang kaya manfaat, semoga. So ... ditunggu ya sampai terbit ... membacanya dijamin tak akan pernah merugi, disanalah pelajaran hidup akan membuatmu lebih baik. Bukankah sebagai manusia kita ingin terus belajar memperbaiki diri ? Seharusnya.

PROMO BUKU TERBARU


ALHAMDULILLAH....

Telah Terbit Di LeutikaPrio!!



Judul : Lafaz Cinta Di Ambang Gerhana

Penulis : A. Roesadi, Dyari Rawa, Es Tea, dkk

Tebal : vi + 228 hlm

Harga : Rp 40.000,-



Sinopsis:

Kamil seakan tak percaya mendapati rumahnya yang berantakan. Lubang-lubang peluru menghiasi setiap jengkal dinding dan ruangan di rumahnya. Sambil memeluk adiknya yang telah berlumuran darah, Kamil mendapati jasad ayahnya yang tak lagi berbentuk, bermandikan darah hitam yang telah mengental. Di tangan papanya masih tergenggam sebuah salib. Sementara ibunya tak dapat ditemukan.



Dalam keputusasaan, dia mendapati sosok Bu Fatimah yang mampu menggenapi kerinduan pada mamanya. Namun, tak lama kemudian kepedihan kembali merenggut sosok malaikat pelindungnya. Bu Fatimah meninggal sebelum Kamil sempat menyelesaikan pintalan rindunya.



Perjalanana hidup membawa Kamil ke dalam sebuah panti asuhan dan harus menghadapi teman-teman yang tidak suka akan kehadirannya



Ada keanehan yang terjadi pada diri Kamil. Ia selalau menggumamkan sesuatu di luar kesadarannya. Kelak, gumaman itu adalah lafaz cinta yang menjawab setiap tanya yang membentuk awan hitam di benaknya. Mengembalikan cinta yang sempat pergi darinya. Gumaman apakah hingga sedahsyat itu?

***

Selain itu masih ada tujuh cerita lain tentang perjuangan mengahadapi ujian cinta. Rasakan cinta itu, nikmati sensasi ramuan dua penulis di setiap alurnya.





Pasangan Duet :

Mas Adi feat Rusmin Nuryadin . Widya Arum feat Rihan Alveo

Nataya Charoonsri feat Dian Mardi Safitri . Muna Masyari feat Dalasari Pera . Arieska Arief feat Gunadi Setiawan . Chitra Herdian feat Fauziah Harsyah . Erni Binti Sanusi feat Danney Dunnis . Endang SSN feat Endang Sri Sulistya



APA KATA MEREKA?

Ramuan ceritanya sangat blend dan nyaris tidak terduga bahwa semua cerita dalam novelette ini ditulis oleh dua orang penulis berbeda. Jarang sekali bisa menemukan bacaan seperti ini, sungguh sebuah karya sastra yang tidak harus dilepaskan.

(Dang Aji – Penulis, Creator UNSA)



Lafaz Cinta di Ambang Gerhana adalah potret perjalanan hidup anak manusia yang berhasil diabadikan oleh para penulisnya dengan cerdas dalam bahasa yang dramatis. Sebuah pragmen yang barangkali dekat juga dengan diri kita, tapi kita abai untuk melihatnya. Itulah mengapa kisah-kisah di dalam buku ini layak untuk dibaca.

(Lian Kagura - Penulis)



Terlalu sempit jika memaknai cinta sebatas asmara. Novelet-novelet dalam buku ini membawa kita memaknai cinta secara lebih luas.

(Triani Retno A -- penulis dan editor)



Ps : Sudah bisa dipesan sekarang via inbox Fb dengan subjek : PESAN LAFAZ CINTA. Ongkir untuk wilayah Jawa Rp 10.000,- dan ongkir untuk luar Jawa Rp 15.000,- Met Order All!



AYO BURUAN SEBELUM KEHABISAN ... YANG DARI LUAR NEGERI BISA HUBUNGI WIDYA ARUM

KUPERTANYAKAN RASA


KUPERTANYAKAN RASA
Endang Ssn


Seangkuh inikah hatiku sebagai manusia ? Apakah egois menjadi pertanda dari sekeping hati yang kini terbalut lara ?. Rasa ... satu hal yang kini masih saja kupertanyakan. Apa yang salah dari kata itu, mengapa hadirnya terkadang tak pada tempat dan waktu yang diinginkan.
Ketika mereka berkata ” Bukalah hati dan biarkan wangi cinta menaburinya”. Semudah itu mengatakannya ?. Aku juga bukan patung yang tak memahami apa yang mengetuk hati, aku juga bukan pecundang yang takut memulai ketika sebuah akhir menempatkan rasaku pada jurang ketakberdayaan. Salahkah jika aku meminta perkenan sang waktu untuk berdamai dengan kelukaan ini, sesaat saja.
Rasa, andai ia mampu menjamah pertanda dari segala suratan. Kalau saja cinta bisa kupinta kemana arahnya melesatkan busur panah, mungkin takkan pernah ada manusia yang terluka. Sekeping hati hendak kubawa berlari kini, tapi kemana. Ketika sebuah tempat berteduh tak kudapati kala hujan mendera, tatkala tempat berlabuh tak jua kusinggahi setelah terombang ambing di lautan sekian lama.
Tuhan, tujuan pasti yang membawaku ke muara. Kubawakan cawan hati dalam aneka rasa yang terpenuhi. Mencoba menyerahkan segenap asa yang akan kutempuhi. Entah dimana Dia akan menempatkan hatiku kini, tak tahu pada rasa mana Dia akan membawakan penawar dari luka yang mendera. Kepasrahanku kian pasti, kapadaNya kuserahkan rasa. Sebab Dia yang Maha Tahu akan hakikat cinta ... sebenarnya.

Keindahan rasa itu akan kujumpa ...

R E S A H

R E S A H
Endang Ssn


Terik menyentuh kulit
Ada hangat yang tersulut
Sebuah penerimaan masih saja sulit
Kenangan membuat hatiku larut

Cinta
Andai terjanjikan bahagia
Tak satupun hati yang kan merana
Tiada rasa yang tersia

Tapi rasa hanyalah rasa
Tak mampu ia menjamah akhir asa
Sekalipun senandungnya menjerat masa
Semuanya sampai pada bingkai kenangan jua

Duhai hati,
Biarkan saja ia pergi
Tak layak hatimu gundah begini
Bukankah janjiNya selalu pasti

DEAR … MY BLOG

DEAR … MY BLOG
Endang Ssn


Entah telah berapa lama kubiarkan Blog ku menganggur tanpa pernah kusapa. Terlalu terbuai dengan rutinitas baru yang menjeratku kini. Sesuatu yng membuai dan menenggelamkanku dalam jutaan kata. Blog yang dulu selalu menjadi tempat mencurahkan seluruh rasa dan ide yang bertumpuk di kepala bahkan tak jarang tempat menuangkan segenap keluh kesah, kecewa dan kesal yang menderaku sepanjang hari. Adakah ia masih mengingatiku atau tlah melupakanku kini ? .

Duhai Blog tersayang ....
Sebuah sapa dalam balutan maaf kulayangkan padamu. Bahagiaku terlalu jarang kubagi kini. Sejenak kau menjadi bagian yang terlupa seiring demamku akanmu yang kian memudar. Namun aku sadar, tak semestinya menempatkanmu pada kealpaan seperti ini. Maka hari ini kusapa kau lagi dengan senyum yang sengaja kusungging, demi mendapat kesempatan mengembalikan kau pada tempat yang semestinya.

Dear My Blog,
Ada rindu yang mendera, ada rasa yang kembali hadir. Masih teringat begitu jelas kala kutumpahkan segenap kesalku akan dia, tentang sebentuk rasa yang mendekapku dalam kekaguman akan seseorang bahkan kini aku datang lagi untuk menuliskan tentangnya (yang kembali membuatku lara).

Dear My Blog,
Kita masih berteman baik kan ? Setidaknya jangan biarkan aku pergi lagi dari jalinan kita. Akan kuindahkan kau seperti kesediaanmu yang selalu menerimaku kapanpun aku datang, seperti apapun langitku kini.