Wah udah lama jg ya aq ga nulis, maklum kerjaan tambah sibuk. Hampir nggak ada waktu, sedikit ada waktu luang, langsung buat istirahat. Tapi namanya jiwa,emang nggak bisa dipungkiri, ada aja gaya tegurny yg membuat tangan ini kembali bergerak. Menelusuri keyboard dlm rangkaian abjad yg sarat makna.
Hari ini hujan kembali mengguyur kotaku. Membuat sebagian jiwa begitu damai dlm selimut malam namun tak sedikit jg yg mendengkur dlm bias asa kedinginan. Mencoba menghangatkan hati walau sekedar beralaskan koran di emperan toko.
" Aku kehujanan lagi" .. Ah beginilah hidup. Tak bisa diterka pun diduga. Padahal hari begitu terik & mentari benderang laksana lampu abadi tetapi dlm sekejap tiba - tiba langit gelap dan "Byurr .." basah lah alam dlm siraman sang empunya dunia ...
Hujan ini tak pernah berlalu dari memori aku. Entah kenapa sejak kecil,aku suka bgt memandangi hujan apalagi gerimis. "GERIMIS" .. ya rasanya indah banget. Selalu ada makna setiap kali gerimis dan hujan singgah. Seperti kali ini, ketika aku berteduh di emperan toko. Ada banyak jiwa yg telah lalai dr penglihatan. Ketika aku terus saja bergumul dg aktivitas duniawi yg terkadang hanya hadirkan penat, dan disana di belahan sudut bumi ada seorang kakek dg tubuh tua ronta yg msh saja menyambung hdp tanpa lelah walau kakinya tak lagi mampu menyanggah tubuh rentanya. Ah ... Aku tak kuasa menahan air yg mengalir menghangatkan pipi. Dialah kehidupan itu, hakikinya kehidupan. Ya Allah, kemana aku selama ini ...
Aku pernah berpikir pasti kakek itu sekali waktu sempat merasa begitu enaknya menjadi org dibalik mobil itu. Tak hrs membanting tulang demi sesuap nasi, tak mesti kepanasan pun kehujanan. Ah aku bodoh bgt ... Oh ya pnh tau acr tukar nasib nggak? Aku jd sadar manusia udah sepantasnya mensyukuri apa yg dimiliki. Mereka yg miskin ktk ditukar mjd org kaya, tnyata pd akhrnya tetap merasa kebahagiaan mereka temukan dlm keadaan sblmnya. Inilah potret hdp yg harusnya kita cermati .. Syukuri apa yg ada ...