Selasa, 31 Maret 2015

MY NEW NOVEL

Finally!!!
Ah, bersyukur banget rasanya. Tahun 2015 masih bisa berkarya. Masih diberiNya kesempatan untuk berbagi manfaat dalam tulisan.

Terima kasih banyak untuk Pak Edi dari Divapress yang sudah memberi kepercayaan untuk menulis salah satu novel profesi ini. Bahkan beliau sudah memberi kesempatan dengan selebar-lebarnya untuk berkarya bersama Divapress. Mulai dari Looking For You (Masihkah kehadirannya yang kau nanti), Surrender (Ikuti kemana rasa itu membawamu), Toraja (Saat cinta menemukan jalan pulang) hingga The Photographer (Cinta untuk hati yang berani tertatih). Thanks Pak Bos dan seluruh crew Divapress, Kampus Fiksi (KF) untuk kesempatan-kesempatan luar biasa ini. Terima kasih karena sudah menuntunku semakin mencintai dunia literasi dengan cara berbeda dan bermakna.

The Photographer, menjadi salah satu mimpi yang kemudian menjadi nyata. Berawal dari rasa suka hingga mencintai dunia fotografi sedemikian hebatnya. Aku tak pernah menyangka kalau akhirnya sosok sang fotografer akan abadi dalam karya. Fotografi bukan cuma hobi yang hanya pamer kamera dan lensa tapi lebih bagaimana membidik obyek, menjadikannya hidup dan bercerita. Aku sadar tidak semua orang menyukai fotografi, semoga dengan novel ini akan mengubah banyak cara pandang tentang fotografi.

Terima kasih banyak untuk Mas Ian dan teman-teman BFC yang sudah mengenalkanku pada dunia seni paling indah ini. Memberiku kesempatan untuk tanpa lelah, mengajak seru-seruan hunting bareng kesana kemari demi menggilai hobi satu ini, menantang medan yang kadang tidak mudah tapi ketika bisa mendapatkan jepretan keren, rasanya luar biasa bahagia.

Thanks to Angga, si ahli motret tapi cueknya minta ampun. Punya segudang kemampuan tapi cenderung low profile dengan lebih banyak jadi pendengar. Terima kasih untuk hunting-hunting serunya Bo! Thanks juga sudah mengenalkan si Bubu yang akhirnya justru lebih sering jadi modelnya, hehehe.

Kang Haris dan Mie Janda, ah kalian semua bikin kangen. Terima kasih atas ijinnya hingga Mie Janda menjadi salah satu setting dalam novel ini. Sungguh, bahagia punya sahabat seperti kalian.

Dear seluruh pembaca,
Novel ini bukan hanya mengangkat tentang fotografi. Tapi banyak sisi yang bisa menjadi pelajaran indah. Bagaimana sebuah mimpi harus diperjuangkan? Seperti apa melawan luka di tengah senyum yang mengembang? Menaklukkan mimpi bukan perkara mudah, namun cinta dan ketulusan adalah harga mati yang akan membuat kita percaya bahwa bahagia itu harus diperjuangkan.

Surabaya, Bogor dan Jakarta adalah bagian dari setting dalam novel ini. So romantic! Hehehe layaknya seorang fotografer. Bagi fotografer, setiap momen adalah cerita hidup yang sangat berharga untuk abadi.

THE PHOTOGRAPHER
Cinta untuk hati yang berani tertatih.
Entah akan seperti apa hidup berjalan, setiap hati selalu punya ruang untuk menyimpannya dalam kisah.

Dan ... Ayo diorder! Di seluruh toko buku nasional ya! Sebelum kehabisan.

Selamat membaca dan selamat bertemu cinta sesungguhnya!

Tidak ada komentar: