(Sebuah Catatan Pecinta Cokelat)
Part 2
Jadilah bagian dari indahnya kebersamaan!
21 Januariku masih selalu semanis cokelat. Hal berbeda di tahun ini. Kejutan untuk orang yang selalu memberi kejutan ternyata jauh lebih riuh. Tidak biasanya. Ya, aku merasa ini bukan hal biasa. Setelah bertahun-tahun lamanya selalu bisa lolos dari rencana-rencana miring saat ultah. Tahun ini entah kenapa terbilang lengah. Kurang peka membaca situasi. But I Like It.
Tetiba tepukan gemuruh mengiringi pagi yang cerah selepas doa pagi. Lagu Happy Birthday disusul tart mungil bertabur cherry dan jeruk melengkapi kejutan yang indah. Hei! Terima kasih!
"Malam ini dinner diluar ya?" Tanya kekasih halal.
Aku menurut saja. Secara jarang-jarang kami bisa full time dengan suasana romantis. Meski tak setiap waktu tapi menghargai dan mengapresiasi momen-momen kecil yang ada dalam hidup kami adalah bumbu renyah falam sebuah hubungan. Tapi kenapa dia tak jua bergegas? Hingga akhirnya sebuah salam menghampiri kami seiring gemericik gerimis yang masih setia seharian.
"Lho bareng siapa?" Tanyaku.
Rizki Amalia, sahabatku itu hanya tersenyum. Bodohnya aku, tidak curiva sama sekali. Padahal dia membawa kue yang cukup besar, diantara guyuran hujan tapi tidak basah-basaham. Obrolan pun mengalir seputa kejadian pagi tadi di kantor.
Hari ini, hari yang kau tunggu
Tambah satu tahun usiamu
Bahagialah selalu ...
Aneh, baru kali ini ada pengamen pakai keroyokan nyanyi. Biasanya paling banyak cuma 3 orang.
Taraaaa ...
Ah, terharu. Tidak pernah menyangka sama sekali. Semua teman-teman dekat berkumpul dan melakukan penggrebekan di hari ulang tahunku. Entah bahasa apa yang pantas? Ketika melihat beberapa dari mereka masih terlihat berbasah-basahan karena harus menerobos hujan. Jarak yang cukup jauh sungguh tak mengurangi abadinya momen ini. Guys, terima kasih. Sungguh-sungguh terima kasih.
"Banyak yang nggak bisa dateng karena benar-benar terjebak hujan. Tapi semua menitipkan doa. Semoga selalu panjang umur, sehat, sukses."
Tuhan, bahagia ini sungguh nyata. Bukan karena kue bertabur cokelat, bukan sebab siraman keju yang super yummy. Bukan butiran-butiran kado yang menghujaniku. Namun kehadiran mereka semua adalah energi luar biasa yang menyalakan kembali kerling-kerling mimpi. Rangkulan hangat berbalut doa-doa yang melangit telah menguatkan perjalanan ini.
Sahabat ... Terima kasih telah menemani langkah kecil menuju bahagia. Saling menguatkan jemari dalam genggaman hangat.
Terima kasih untuk Rizki Amalia (Kejutan pembuka yang unik), Dennys Medya Putri, Hikmah Zuraini, Eva Rohmatul Laili, Satria Pradjantara (Hei! Persahabatan kita masih awet ya sampai hari ini hehehe), Novayana Kharisma (Thanks Pak Ketum untuk nada-nadanya), Lukman Dwi Eka Nanta (Tambah ndut ajah gegara ngabisin black forestku), Zemroni (Ah, sukses buat ide kreatifnya), Iman Khadafi (Thanks sudah meluangkan waktu meski Mama Ori lagi ultah juga), Erfan Effendi (Terima kasih sudah berkumpul dan memberi tumpangan untuk teman-teman lainnya), Wahyu Dwi Prasetyo (Akhirnya, setelah seharian menahan napas untuk bungkam).
Special Thanks to Arief Budiman (Cokelatnya enak banget, hehehe. Fotonya sukaaaaaaa banget), Cahya Nusantara (Makasih meski belum sempat kumpul) dan Bapak Rauf Efendy (Thanks).
And finally ...
HAPPY BORNDAY
E.N.D.A.N.G - S.S.N


