Senin kembali menjelang ... Diantara penat aktivitas yg menjejal raga, hmm .. Ada jua sejuk mengalir utuh dlm diri. Ada pikir yg kembali bermuara pada sebentuk ingin di masa lalu, menikmati rutinitas yg tak kunjung usai. Meski pd saat tertentu,membenturkan diri pd jenuh yg tak tahu mesti bagaimana tetapi tatkala menguak kembali ingatan masa lalu, justru syukur yg dtg bertubi.
Hari ini kurasakan hawa yg berbeda dr hari. Ketika malam menjelang, jawab itu baru kutahu. Ada seorang kawan dr masa lalu yg tiba2 mengusik kebekuan diri. Sungguh benar adanya bahwa sebuah kenangan yg kembali terkadang mampu membasuh kegelisahan yg menyeruak. Duh .. Yg dtg menyapa hanya seorang tetapi kenangan itu mampu melengkapi kesedìhan ktk perpisahan dulu pernah terjadi. Sang mesin waktu pun trur saja memaksa alam tak sadar untuk kembali meniti langkah langkah mungil di kampus hijau. Tuhan .. Knp masa itu tak pernah lg kembali. Akan tetapi waktu tetaplah waktu, ia bukan hal yg mampu mengabulkan segenap ingin diri. Ia tetap saja tak peduli walau sekuat apapun engkau mencoba merangkak kesana, ia tetap bisu.
Kenapa masa yg tlah terlewati slalu saja menjadi sebuah bingkai indah dikala kita meniti masa depan. Sesal jg kian nyata tatkala kita tak mampu berbuat lebih. Tp hidup tak hrs berhenti disini karena ia kan nyata sbg hidup dikala kita mampu memaknainya dg lbh bijaksana. Hdp hrs trus berjalan, mimpi tak mesti diraih tp sgala daya & upaya dlm menghidupkan dan mengobarkan mimpi dlm diri, senyatanya adalah harga termahal dlm perjalanan hdp seseorang. Lalu pantaskah ktk dr bagian masa lalu, mereka dtg dlm irama kepesimisan, menganggap diri kurang & pantas mendapatkan yg kurang pula dr hdp. Cukup adilkah pemikirannya atau ia hanya wujud ketakberdayaan sebuah raga yg tak mampu menghidupkan keoptimisan sebab dunia tlah begitu perih ia lewati. Hanya pada sang waktu sgala pembuktian akhirnya bermuara.
Ssn ' mengusik tanya '