Minggu, 14 November 2010

AKAD

Setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan sebagai salah satu tanda kebesaranNya. Hari ini adalah tepat kali ketiga aku menyaksikan secara langsung proses akad nikah. ternyata benar dibandingkan dengan acara resepsi yang riuh gemerlap disana sini, akad adalah sebuah proses sakral yang teramat berharga untuk tak dihadiri.

Menjadi bagian dari sebuah penyatuan dua hati memberikan rasa dan nuansa yang berbeda. sebuah perjalanan panjang dari pencarian pada akhirnya akan sampai jua pada ujung penantian ketika sebentuk keyakinan dalam penggenapan dien untuk mengikuti sunnah nabi menjadi pilihan terbaik dalam hidup. Ada keharuan yang tak terlukiskan dari sepasang hati, ada sebentuk kehilangan yang mesti dihadapi dari kedua mutiara mereka yang selama hampir separuh usia menemani perjalanan ini. Ada titik air mata yang tak kuasa untuk terbendung kala pengesahan telah menemukan arahnya. Perpisahan yang terbentang di hadapan untuk sebuah kerelaan melepaskan anak gadisnya mengarungi bahtera dengan nakhoda yang dipilihnya adalah salah satu wujud cinta.

Hari ini , tepat ketika ijab kabul telah diucap, sebuah penyatuan telah terpatri, maka tak lagi ada beda yang dapat merengkuh. Tak lagi ada amarah dan kecewa yang mesti terpisah, sebab segala telah terlengkapi dari setiap kekurangan yang dimilikinya. Kepada dua hati, cinta hendaknya berlabuh pasti. Kepada dua hati, kasih smestinya terselami tanpa menakar apa yang telah diberi pun diterima selain batas keikhlasan dalam sebauh pengabdian demi nafas syurga yang indah.

Bentang hidup yang sejati telah dimulai dan tak ada sebuah penyerahan untuk terus memperjuangkan penyatuan ini hingga ujung usia. Sekalipun warna dunia telah berubah, namun segala yang terpatri takkan mungkin bergeming selagi ada cinta atas namaNya dalam hati.

#####
kepada : saudaraku
selamat menempuh hidup baru

Minggu, 07 November 2010

AWAL YANG TAKKAN BERAKHIR

Dedicated to :
insan yang percaya bahwa aku bisa bermimpi


Pada detik kutuliskan gores pena ini, mungkin aku masih belum percaya kalau aku bisa sampai pada fase ini. setelah sekian lama mimpi hanya sekedar mimpi, kini aku bisa menjadikan segala yang maya adalah sebuah nyata. Memiliki sedikit keberanian untuk menulis adalah bagian terindah dalam hidupku. Ada sebentuk mercusuar yang begitu tinggi yang mungkin ingin kugapai. dan semua ini tak lepas dari orang-orang penting yang kukenal. Beruntung rasanya bisa mendapat kesempatan untuk mengenal mereka, sekelompok orang yang tak kenal putus asa, tak mudah menyerah dan selalu penuh semangat. Dari mereka, aku bisa belajar bahwa mimpi itu bisa jadi nyata selama kita tak pernah ragu untuk memulainya.

1. AMALIA KIKI

Seorang sahabat dari masa kecil yang hingga detik ini masih setia menemani hariku. menjadi tempat keluh kesah kala gundah melanda. tempat berbagi cerita suka pun duka dan kerap kali selalu aku repotkan dengan urusan-urusan sepele. Dari dia aku tahu bahwa arti persahabatan itu terlalu indah untuk diabaikan. sahabat memang bukanlah sebuah penuntutan untuk selalu ada di sisi tetapi bagaimana kita bisa memaknai persahabatan itu dengan lebih bijak diantara segudang aktivitas yang sudah berbeda. Dia adalah orang pertama yang kerap kali membaca tulisanku tentang banyak hal dan dari dia pula aku mulai bersemangat untuk terus berkarya walaupun pada waktu itu aku hanya punya keberanian menunjukkan karyaku pada sebagian sahabat saja.

2. AFIN YULIA
Seorang sahabat yang baru aku kenal lewat dunia maya. tak disangka ternyata dia adalah kakak kelas aku di masa kuliah. Tak kunyana juga, kalau ternyata Dia mempunyai hobby yang sama. Mbak Afin, begitu aku akrab menyapanya. Sungguh aku akui dengan setulusnya " kamulah yang telah membuka jalan untukku terus menulis ". aku yang tak pernah percaya diri dengan tulisanku , diyakinkannya untuk tak ragu mengirimkan beberapa karyaku pada media. bahkan tak tanggung-tanggung, dia memeberiku beberapa alamat publish yang sering banget mengadakan acara lomba menulis. Aku masih ingat komentarnya " tulisan kamu bagus cantik, kenapa tak ada satu orangpun yang kamu tag ". mbak afin ... makasih ya buat persahabatan indah ini.

3. DANG AJI SIDIK
Sosok ini pertama kali kukenal karena aku menjadi anggota salah satu grup dimana dia sebagai creatornya. inilah awal aku mengirimkan karya di arena lomba penulisan. masih kuingat waktu itu tepat 17 Agustus 2010, ada sebuah event penulisan puisi kemerdekaan. aku tahu puisiku masih jauh dari sempurna, tapi berbekal rasa nekad sekaligus penasaran dengan komentar yang bakal aku peroleh, kukirim jua hasil karyaku. Tak kuharap banyak sebenarnya, bahkan orang sehebat dia, mana mungkin sempat. tetapi nyatanya aku salah, komentar yang dia kirimkan untuk karyaku mungkin buat dia biasa saja, namun untuk seorang pemula sepertiku, itu hal luar biasa. Aku mulai yakin untuk menulis lagi ... berkarya dan terus berkarya. Mimpi itu pasti nyata hanya saja masih menunggu waktu gilirannya (tulisannya pasa salah satu buku membuatku ingin terus mewujudkan mimpi ini). Terima kasih kak ... atas kesempatan untuk bisa mengenal sahabat sehebat kakak.

4. DEBBY NIKEN KW
Bersamanya aku pernah mengenyam bangku kuliah yang sama. Satu Jurusan, Satu Dosen Wali, Satu hati dalam menulis. Sejak dulu, aku adalah salah satu pengagum tulisan - tulisannya. dibanding dengan karyanya, wah aku masih jauh kalah. Semangatnya untuk terus berkarya yang membuat aku sangat respek padanya. bahkan ketika kehidupan tak lagi mempertemukan kami ternyata dia masih terus berkarya. sampai dunia maya kembali berjasa menghadirkan sosoknya lagi. Sebuah tawaran yang diberikannya adalah sebuah titik balik ketika keyakinanku akan mimpi itu benar-benar nyata. KEN ... thanx ya buat semuanya.

5. AKHI DIRMAN AL AMIN
Tak pernah mengenalnya dalam nyata, namun wujud mayanyapun begitu luar biasa menginspirasi. Aku yang telah jatuh bangun dalam menulis bahkan tersungkur pada keputusasaan untuk kemudian memutuskan berhenti dari semuanya, tiba-tiba seperti mendapat oase pada sebuah gurun. Penulis sehebat dia, telah membangkitkan semangatku lagi untuk tak menyerah. Semuanya harus diperjuangkan, begitu katanya. Dialah salah satu sosok yang telah berkali-kali memberiku kesempatan utnuk terus memperbaiki karya-karyaku, walaupun masih saja jauh dari sempurna. Akhi ... terima kasih atas kesempatan - kesempatan yang telah diberikan ... terima kasih telah menjadi abang yang baik bagi para penulis-penulis muda yang mau belajar, terima kasih telah menjadi guru yang tak pernah pelit untuk berbagi ilmu.

6. ENDANG AHMAD SRI SULISTIYA
Membaca namanya untuk pertamakali serasa mengeja nama sendiri. Sungguh tak pernah kusangka, kalau nyatanya ada orang yang namanya bisa persis sama. Persahabatanku dengannya baru saja terjalis ketika tak disengaja kudapati emailnya mengajakku berduet dalam sebuah lomba penulisan, yang akhirnya kita terbitkan dengan nama pena ES TEA+. Aku sempat menolak karena merasa tak percaya diri dengan tulisanku tapi dia meyakinkanku bahwa kita bisa. bukan kemenangan yang kita tuju tapi setidaknya kita bisa belajar dari semuanya, kalau ternyata menang , itu bonus. endang ... makasih ya tas semangatnya, semoga kita masih bisa terus berkarya dan menjalin persahabatan ini selamanya.

7. SYAIFUDDIN ABDULLAH
Raga telah memisahkan kami pada tempat kerja yang berbeda kini, tapi satu hal yang tak pernah beliau lupakan, untuk selalu memberikan komentar pada setiap tulisan-tulisanku. dan itu adalah hal yang penting untuk aku terus maju. Beliau adalah salah satu orang yang percaya bahwa bakat itu ada dan memberiku semangat untuk terus menulis.

Untuk semua sahabat tak biasa yang telah menyediakan ruang untuk aku berbagi, yang telah memberiku tempat untuk mengadu, yang tak kenal lelah memberiku semangat, terima kasih. Kini aku percaya .... setiap orang harus punya mimpi dan berusaha untuk mewujudkannya.