01 Syawal ...
Kemenangan membahana di seluruh penjuru. Nafas para muslim berpadu dalam kumandang takbir tanpa henti. Riuh para pemudik menjadi pelengkap. Betapa semua insan menyambut hari ini penuh suka cita. Meski tanpa kita sadari, riak kesedihan begitu nyata di satu sudut hati. Ramadhan, bulan penuh ampunan penuh berkah itu akan pergi setelah 30 hari menemani. Bagaimana kami tak merasa rindu? Bagaimana kami tak merasa sesak sedang ramadhan berikutnya tak pernah kami tahu akan sampai atau tidak. Dalam segenap kehambaan, berharap Allah Maha Cinta melimpahkan rahmat agar kami bisa sampai di ramadhan-ramadhan berikutnya dalam sehat, iman dan islam yang teguh. Aamiin.
Ayah, Kakak ...
Menjumpaimu kembali, disini. Di tanah penuh cinta. Tempat segala cinta akan berlabuh dan kembali dipertemukan kelak. Hati kami selalu sesak meski ikhlas sudah kami pasrahkan kepadaNya. Kenangan itu datang, menjemput kami dengan perlahan. Maaf, jika air mata selalu saja basah dalam kelu.
Ayah, Kakak ...
Damailah selalu disana. Semoga Allah menempatkan kalian di tempat paling indah, tempat dimana senyum abadi menjadi damba semua insan.
Rabb, Maha Pengasih.
Terimalah segala amal ibadah mereka. Terangkan alamnya, luaskan kuburnya. Penuhi rumah mereka dengan cintaMu. Ijinkan surgaMu yang abadi menjadi balasan bagi segala kebaikan mereka. Pertemukan dan kumpulkan kami semua sebagai keluarga yang Engkau rahmati, di surgaMu Ya Rabbi. Aamiin.