Kamis, 12 Februari 2015

Aku Tahu ...

Aku tahu ...
Sebelum aku, kamu pernah memberi tempat untuk orang lain. Tempat yang kamu pelihara dengan sangat baik, dengan harapan akan menjadi istana indahmu.
Tapi aku juga tahu, kini tempat itu hanya untuk aku.

Aku tahu,
Sebelum aku, kamu pernah memupuk harap untuk orang lain. Menakarnya dengan sangat hati-hati agar kelak menjadi sandaran terpilihnya.
Tapi aku juga tahu, kini harapan itu hanya milikku.

Aku tahu,
Sebelum aku, kamu pernah memintal mimpi untuk orang lain. Berjuang dengan sangat gigih agar bisa mewujudkan apa yang kamu mau.
Tapi aku juga tahu, kini aku yang ada dalam perjuanganmu.

Aku tahu,
Sebelum aku, kamu pernah merasa kehilangan dan terluka oleh orang lain. Menahan sesak untuk jejak rasa yang terlanjur kamu semai.
Tapi aku juga tahu, akulah pelengkapmu yang tak akan pernah meninggalkanmu.

Aku tahu,
Sebelum aku, kamu punya banyak alasan menentukan pilihan hati. Entah kesempatan yang ada atau rasa yang sungguh-sungguh nyata.
Tapi aku juga tahu,
Kini akulah yang terpilih dengan satu alasan saja, Tuhan. Seperti aku menerimamu dengan bismillah karena Tuhan.

Aku tahu ...

Rabu, 11 Februari 2015

SEPERTI ITU ...

Tidak usah kamu menjelaskan dirimu pada siapa pun, sebab mereka yang menyukaimu tidak butuh itu dan tetap tidak akan mempengaruhi mereka yang terlanjur tidak menyukaimu.

Kalimat bijak itu ada benarnya. Sekali kamu dianggap salah, maka kebaikan dan ketulusan seperti apa pun yang kamu tunjukkan tetap tidak akan membuat keadaan berubah. Kamu tetap tidak benar di matanya. Sepositif apa pun kamu menyikapi aura negatif itu, tidak ada nilainya bagi mereka yang tidak menyukaimu.

Waktu tidak pernah menjamin sampai kapan orang yang berpihak padamu akan selamanya ada untukmu. Waktu seringkali menjadi tanda tanya besar untuk perubahan-perubahan yang terjadi. Meski kamu tidak pernah tahu dimana letak kesalahan itu, kamu tetap saja seperti terdakwa bagi mereka yang merubah pandangannya padamu. Sungguh, kamu tidak perlu bertanya karena Tuhan Maha Tahu setiap hati.

Teruslah bersikap baik. Tetaplah menebar kebajikan kepada siapa pun. Tanpa perlu menilai apakah mereka diluar sana akan kembali membaikimu atau sebaliknya. Percayalah satu hal, bahwa tidak ada kebaikan sebesar biji pun yang tidak Tuhan lihat. Ikhlas memang tidak mudah tapi orang-orang pilihan akan selalu bisa melakukannya.

Tuhan, terima kasih untuk pelajaran indah hari ini.

Minggu, 08 Februari 2015

CINTA ITU BUKU

Finally, aku bisa melepaskan dahaga akan buku. Setelah rutinitas yang penat, kesibukan yang tanpa ampun tanpa jeda untuk dikesampingkan. Akhirnya bisa bertemu dengan teman terbaik, buku.

Melihat postingan Mbak Sabrina WS dan Mas Aji berikut foto buku-buku yang sukses mereka bawa pulang, duh rasanya makin nggak sabar. Ada yang hilang, ada yang selalu dirindukan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, toko buku adalah salah satu tempat wisata paling menyenangkan.

Memasuki Gramedia TP, mataku terkesiap oleh deretan novel baru. Surprisenya lagi, sebagian besar nama penulisnya adalah kawan seperjuangan di dunia literasi. Ah, bangga rasanya bisa melihat karya mereka berdiri tegak dengan gagahnya. Sungguh, menjadi penulis itu adalah kepuasan tersendiri.

Nicholas Spark ... Aku jatuh cinta pertama kali. Membaca sedikit sinopsisnya, nggak sabar rasanya untuk segera membawa buku itu ke kasir. Inilah asupan energiku minggu ini.

Semakin banyak membaca maka tulisanmu semakin berkualitas. Jangan pernah bilang suka menulis selagi kamu nggak suka membaca. Datang ke toko buku, berkumpul dan sharing dengan teman-teman penulis adalah salah satu cara agar semangat menulismu tak pernah kendur. Eh, aku terperangah pada salah satu penulis yang ternyata berprofesi sama. Seorang banker yang hobi menulis juga seneng banget fotografi. Wuah gue banget!!! Hahaha.

Apa pun alasannya, aku seneng banget tiap kali ngeliat toko buku itu lebih rame daripada toko baju. Bahkan ketika harus mengantri kayak rel demi menebus buku THE BEST OF ME, aku nggak peduli. Melihat anak-anak kecil mencintai buku itu sungguh bahagia. Ah, para orang tua emang harus mengenalkan anak-anak sedini mungkin pada buku.

Buku itu bisa membawamu menjelajah negeri kemana pun kamu mau. Percayalah! Menulis dan membaca itu nggak akan pernah membuatmu rugi.

Ayo bersahabatlah dengan buku dan siap-siap untuk selalu jatuh cinta.

It's my weekend.
How about you?