Ini adalah hari ketiga dari long weekend akhir tahun. Berbeda dari liburan biasanya, kali ini nggak penuh dengan rencana. Ada sih ajakan seorang sahabat peneliti untuk melewati liburan di Yogya, tapi karena nggak bisa ambil cuti mendadak, akhirnya tawaran itu melayang. Dan sahabatku juga harus putar haluan liburannya ke Ujung Pandang. I'm so sorry ...
Hari pertama liburan puas dengan nonton dua film berkualitas tahun ini. Pendekar Tongkat Emas dan Merry Riana. Kalo PTE sih wajib nonton, bukan karena pemainnya sang idola Reza Rahadian, tapi juga karena ini merupakan satu-satunya film laga yang menarik perhatianku. Animo masyarakat sangat mengundang penasaran. Hmm, kalo Merry Riana, aku sudah membaca bukunya jauh sebelum film ini lahir. Dan surprise, dua film ini penuh dengan penonton. Alhamdulillah karya anak negeri bisa berjaya di tanah kita sendiri.
Hari kedua liburan benar-benar boring. Aku nggak punya planning apa-apa. Alhasil, inilah hal paling menyenangkan selama di rumah. Menghabiskan beberapa buku yang sebagian memang masih bersegel. Buku adalah teman paling menyenangkan. Dia sudah membawaku menjelajah negeri ini. Dia juga membuatku bertemu orang-orang baru, hati yang baru dan tanpa disadari kedekatan-kedekatan itu terlahir menjadi sebuah ikatan persahabatan abadi.
Hari ketiga liburan, ah lebih dari menyenangkan. Bisa menyelesaikan beberapa hal yang harus segera ready. Sebuah prasasti sudah nyata, tinggal melangkah lagi. Step by step, semua cerita akan menyempurna.
Besok?
Semoga menjadi liburan yang jauh lebih indah. Melihat si Niky lama-lama menggantung, rasanya nggak tega juga. Damn! AKU KANGEN MOTRET. Dunia yang sempat aku anak tirikan karena menulis. Bagaimana pun aku tidak akan pernah meninggalkan keduanya. Motret dan Nulis adalah jiwa yang tak terpisahkan.
God, terima kasih banyak.
Untuk semua tangis, tawa, lara, bahagia, nama-nama yang pernah singgah, surprise-surprise mungil. Ah semua membuat aku dan ceritaku semakin tergenapi.