Setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan sebagai salah satu tanda kebesaranNya. Hari ini adalah tepat kali ketiga aku menyaksikan secara langsung proses akad nikah. ternyata benar dibandingkan dengan acara resepsi yang riuh gemerlap disana sini, akad adalah sebuah proses sakral yang teramat berharga untuk tak dihadiri.
Menjadi bagian dari sebuah penyatuan dua hati memberikan rasa dan nuansa yang berbeda. sebuah perjalanan panjang dari pencarian pada akhirnya akan sampai jua pada ujung penantian ketika sebentuk keyakinan dalam penggenapan dien untuk mengikuti sunnah nabi menjadi pilihan terbaik dalam hidup. Ada keharuan yang tak terlukiskan dari sepasang hati, ada sebentuk kehilangan yang mesti dihadapi dari kedua mutiara mereka yang selama hampir separuh usia menemani perjalanan ini. Ada titik air mata yang tak kuasa untuk terbendung kala pengesahan telah menemukan arahnya. Perpisahan yang terbentang di hadapan untuk sebuah kerelaan melepaskan anak gadisnya mengarungi bahtera dengan nakhoda yang dipilihnya adalah salah satu wujud cinta.
Hari ini , tepat ketika ijab kabul telah diucap, sebuah penyatuan telah terpatri, maka tak lagi ada beda yang dapat merengkuh. Tak lagi ada amarah dan kecewa yang mesti terpisah, sebab segala telah terlengkapi dari setiap kekurangan yang dimilikinya. Kepada dua hati, cinta hendaknya berlabuh pasti. Kepada dua hati, kasih smestinya terselami tanpa menakar apa yang telah diberi pun diterima selain batas keikhlasan dalam sebauh pengabdian demi nafas syurga yang indah.
Bentang hidup yang sejati telah dimulai dan tak ada sebuah penyerahan untuk terus memperjuangkan penyatuan ini hingga ujung usia. Sekalipun warna dunia telah berubah, namun segala yang terpatri takkan mungkin bergeming selagi ada cinta atas namaNya dalam hati.
#####
kepada : saudaraku
selamat menempuh hidup baru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar