Jumat, 22 Januari 2016

COKELATNYA JANUARI


(Sebuah Catatan Pecinta Cokelat) 

#Part

21 Januari 2016 
Mengulang kembali tanggal ini di tahun berbeda, masih selalu menjadi hal indah untuk dijamah. Pada kesederhanaan, ada banyak cerita yang membuat lidah kelu. Tuhan selalu memberi ruang yang baik bagi tiap diri untuk menterjemahkan apa yang telah dilewati. 

Tahun ini, seorang pangeran telah Tuhan kirimkan dalam ikatan suci sebagai jawaban dari pencarian panjang. Tentu saja semua menjadi berbeda, meski aku tahu kami sama-sama merasa bukanlah orang yang romantis. Anehnya, satu sama lain saling merasa apa yang diberikan meski hanya perhatian kecil, yang mungkin buat orang lain hal sepele, tapi kami merasa justru disanalah sisi romantis itu. Bukan pada kumpulan kata-kata puitis, meski aku seorang penggiat literasi. Bukan pada lantunan nada-nadaindah, meski pangeranku adalah salah satu gitaris. 

21 Januari, hari itu tepat adzan memanggil di dini hari aku tersentak. Melihat pangeranku sudah klimis dengan air wudhu dan sapaan ringan untuk menuju rumah Allah. Aku heran, kok jam dua belas malam tadi tidak ada surprise sih. Dan dini hari ini pun masih datar-datar saja. Atau jangan-jangan aku salah lihat tanggal. Lalu, aku memilih untuk cuek juga. Sampai aku bersiap untuk ke kantor jam tujuh itu, pangeranku masih belum juga mengucapkan selamat ulang tahun. Duh, enggak banget deh. Masa ya dia lupa hari spesial kekasih halalnya? 

"Happy Birthday My Lovely!
Sembari menyimpul senyum manis dan sebuah kotak kado silver yang ditariknya dari bawah Boneka Kodok di kamar. Aku masih tertegun. Ah, lega. Ternyata pangeranku tidak lupa dengan tanggal ini. 
"Kok aku nggak dikasih ucapan selamat ulang tahun jam dua belas malam tadi?" tanyaku heran. 
Pangeranku cuma tersenyum. Padahal aku pikir bakal ada kejutan di teng dua belas itu. Setiap orang punya caranya masing-masing untuk memanjakan pasangannya. Buat kami romantis itu adalah saling menjaga dan saling membaikkan satu sama lain. Saling bekerjasama untuk mendapatkan cinta Sang Maha Cinta. Saling menghebatkan untuk bisa bermanfaat bagi sesama. 

Dan, ternyata kejutan ini belum genap. Karena tanpa basa basi tepat jam tujuh malam ketika aku pulang kantor, sebuah tart manis sudah menyambut. Ah ya, foto di kue itu adalah foto yang paling dia suka. Taburan cokelat menggenapkan kecintaanku akan cokelat. Januari itu selalu semanis cokelat. Jangan dibayangkan akan ada candle light dinner, sebab kami memang tidak romantis, meski selalu sama-sama mencintai sunset dan langit. Saat paling indah itu adalah ketika bisa melihat jingga di kaki langit. 

Tuhan, sangat-sangat terima kasih untuk semua nikmat ini. 
I'm Nothing Without You. 

Finally
Selamat Bertemu Cinta!
Semoga segala doa diijabahNya.
Selamat Ulang Tahun, ENDANG SSN !


Tidak ada komentar: