Rabu, 06 Januari 2016

CINTA TANPA BATAS


Pada almanak yang kesekian, debaran itu masih sangat nyata. Setiap kali menginjakkan kaki di pelataran ini, ada rasa tak biasa. Bagaimana bisa tak ranum? Jika cinta seolah menguasai seluruh sudut. Bagaimana tak berdetak? Jika rindu seolah luruh seketika. Rindu, ya rindu yang tak biasa. Ketika nadi tiba-tiba terhenti dalam detik yang memeluk erat.

Duh, cinta. Ramuan apa yang membuat hati tak pernah bisa berpaling? Kasih tak berbatas membuat semua pecinta saling berlomba mendekat. Disini, rumah paling nyaman yang selalu menyemai rindu. Disini, rumah paling hangat yang selalu mengajak kami untuk selalu pulang. Selelah dan seletih apa pun dunia menyergap seharian, rumah ini menjadi labuhan paling damai. Tempat dimana kami bisa mengadu tanpa malu. Tempat dimana kami bisa meminta apa pun dengan segala permohonan. Tempat dimana semua orang bisa merayu dan merengek tanpa batas usia. Disini, rumah Tuhan. Tempat dimana kita tunduk dalam ketakberdayaan. Tempat yang menyadarkan kita betapa dunia tak pernah kekal.

Untuk kesekian kali, sosok itu nyata. Dia yang menyadarkan bahwa Tuhan selalu ada dengan segala cinta tanpa batas untuk manusia dengan segala keterbatasan sekali pun. Tak sempurna secara fisik (read : di mata manusia) namun tak membuatnya alpa untuk bersama dengan orang-orang sekitar memuja dan bertasbih pada Sang Maha Cinta. Akan selalu ada jalan untuk mereka yang benar-benar tulus mengenal cinta. Dia, membuktikannya. Haru? Bukan. Ini bukan perasaan haru, kasihan atau sekelasnya. Perasaan ini adalah bahagia. Seruan hati karena di rumah ini, kami semua bersaksi bahwa di mata Tuhan tak ada yang berbeda. Semua sama, yang membedakan hanya tingkat ketakwaan semata. Bisa jadi, dialah sosok dengan hati paling tanpa pamrih di rumah ini. Sosok dengan lantunan doa-doa sederhana namun sanggup membuka pintu langit. Sosok yang hatinya dipenuhi oleh rindu.

Lantunan AsmaNya kian jelas. Diantara debar yang semakin menyatu, ada lirih harap. Tuhan, peliharalah cinta dalam hati kami agar tak pernah lalai dalam mengingat Engkau. Jagalah lelaki tak sempurna yang tertatih mengayuh roda duanya itu untuk selalu menemuiMu. Hanya karena cinta tak berbatas, cinta yang langit pun tak sanggup untuk menahannya. Duhai Maha Cinta, dekaplah lelaki dengan keterbatasan itu dalam rindu yang selalu hangat. Rindu untuk terus menemuiMu, bukan hanya di lima waktunya. Tuhan, tuntun dan bimbing jiwa-jiwa para perinduMu untuk terus istiqomah.

Inspiring by : Lelaki baya tak dikenal dengan keterbatasan di pelataran Masjid Kota.  

Tidak ada komentar: