
Hongkong ? …. Surprise
Kalender dua puluh lima yang berlimpah berkah. Rinai hujan masih terasa dingin menembus kulit, baju hangat sebagai penangkal air dikala musim dingin menjelma terlupa menemaniku. Mungkin saja ia masih terlalu sibuk memberi perlindungan pada yang lain, bukankah semestinya hidup memang harus berbagi.
Sebuah sapa hangat dari bunda tercinta mengagetkanku yang baru saja menapakkan kaki di beranda. “ Ada kado dari hongkong “ , kabar itu membuatku sedikit heran. Seingatku sih selama ini belum pernah ada yang mengingati ultahku sejauh jarak itu. Apalagi berhasrat memberiku hadiah istimewa. Tapi sebuah panah penasaran terlanjur menancap di relung hatiku, menggiring nalarku mencari dan membawa langkah kaki terseret meraihnya. Kado bersampul putih, lembut banget kala kusentuh. Apa isinya ya ? Tapi keyakinanku mengatakan sang pengirim pasti orang yang sangat istimewa. Ah, beruntungnya aku. Rasa memaksa jemariku membukanya perlahan.
Mataku takjub, ada desir dalam gemuruh hati. Inikah anugerah indah itu. Sender by Esa, begitu tulisan pada sampul belakang surat yang masih utuh dalam genggamku. Tak salah lagi dialah Esakura Cinta, wanita istimewa yang telah memberiku banyak inspirasi untuk menulis. Sentuhan semangat yang dihadiahkannya pada penulis amatir semacam aku yang bahkan untuk menyebut jati diriku sebagai penulis saja, aku masih malu.
Ada sebentuk bingkisan yang sangat indah dari hongkong. Semua ini sangat berarti untukku, sebagai pelecut semangat untuk tak berhenti menulis dan terus berkarya. Bahkan dua buah buku best seller telah terbang menuju persinggahan mungil di kota ini, menembus langit kelana dari hongkong, mana mungkin aku menyiakan utnuk tak segera melahapnya. Mataku telah tak sabar untuk menjelajah semua tulisan itu.
Bumi Cinta, sebuah karya best seller dari Kang Abik kini telah melengkapi perpustakaan indahku. Namun buku ini bukan sekedar buku biasa, sebab untuk mendapatkannya butuh perjuangan dalam sebuah kompetisi. Kubuka perlahan, Subhanallah, lengkap dengan tanda tangan si penulis. Mbak Esa, terima kasih atas hadiah terindah ini. Ulang tahunku memang sudah berlalu empat hari yang lalu, tapi kehadiran bingkisan darimu menjadi kado indah yang melengkapi 21 Januariku.
Hanya itu ? Tidak ... sebab sebuah buku turut menemaninya. Kumpulan cerpen Penjajah di Rumahku karya Flp Hongkong menyapa rasa penasaranku. Aku juga dibuat takjub dengan tanda tangan seluruh penulis di dalamnya. Ini sangat berharga untukku. Benar-benar berarti. Salam kreatif, terus berkarya, jangan berhenti menulis, itulah beberapa pesan yang mereka titipkan di atas tanda tangan itu. aku terharu, ada desir tak menentu yang sejenak tak mampu aku kuasai. Gemuruh dalam dadaku serasa meletup, sebegitu besar mereka menghargai sebuah karya. Ingin kupastikan, semoga waktu tak pernah menghentikan gores penaku.
Menulis surat inspiratif, tak hanya sebuah ajang untuk membuat pengakuan akan sebuah tulisan namun ada makna yang tak disadari membuat hidup berubah. Tulisan inspiratif itu secara tidak langsung justru memberi inspiratif bagi penulisnya. Tentang hakikat hidup dan kehidupan, bahkan tentang jati diri kita sebagai manusia. Berharap kumpulan karya itu kelak akan menjadi bacaan yang kaya manfaat, semoga. So ... ditunggu ya sampai terbit ... membacanya dijamin tak akan pernah merugi, disanalah pelajaran hidup akan membuatmu lebih baik. Bukankah sebagai manusia kita ingin terus belajar memperbaiki diri ? Seharusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar