
KUPERTANYAKAN RASA
Endang Ssn
Seangkuh inikah hatiku sebagai manusia ? Apakah egois menjadi pertanda dari sekeping hati yang kini terbalut lara ?. Rasa ... satu hal yang kini masih saja kupertanyakan. Apa yang salah dari kata itu, mengapa hadirnya terkadang tak pada tempat dan waktu yang diinginkan.
Ketika mereka berkata ” Bukalah hati dan biarkan wangi cinta menaburinya”. Semudah itu mengatakannya ?. Aku juga bukan patung yang tak memahami apa yang mengetuk hati, aku juga bukan pecundang yang takut memulai ketika sebuah akhir menempatkan rasaku pada jurang ketakberdayaan. Salahkah jika aku meminta perkenan sang waktu untuk berdamai dengan kelukaan ini, sesaat saja.
Rasa, andai ia mampu menjamah pertanda dari segala suratan. Kalau saja cinta bisa kupinta kemana arahnya melesatkan busur panah, mungkin takkan pernah ada manusia yang terluka. Sekeping hati hendak kubawa berlari kini, tapi kemana. Ketika sebuah tempat berteduh tak kudapati kala hujan mendera, tatkala tempat berlabuh tak jua kusinggahi setelah terombang ambing di lautan sekian lama.
Tuhan, tujuan pasti yang membawaku ke muara. Kubawakan cawan hati dalam aneka rasa yang terpenuhi. Mencoba menyerahkan segenap asa yang akan kutempuhi. Entah dimana Dia akan menempatkan hatiku kini, tak tahu pada rasa mana Dia akan membawakan penawar dari luka yang mendera. Kepasrahanku kian pasti, kapadaNya kuserahkan rasa. Sebab Dia yang Maha Tahu akan hakikat cinta ... sebenarnya.
Keindahan rasa itu akan kujumpa ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar