Jumat, 25 Juli 2008

SKETSA 2

Setiap manusia pasti pernah mengalami fase yg melelahkan dalam hidup. Semua hanya karena sesuatu yg semula dianggap biasa tetapi ternyata berkembang menjadi masalah yg agak kompleks. Mungkin bg sebagian org hal ini wajar tetapi bagi beberapa sahabat masalah spt ini agak sensitif. Penyebabnya apa ? Nah akupun tak tahu dan tak pernah tahu.

ada 1 hal yg kupahami skrg bhw untuk hidup di kota kecil ternyata tak mudah. Mungkin secara kasat mata kesan damai dan tenteram kan begitu saja menyambut setiap jiwa yg coba menawarkan hati untuk berbagi kisah. Tetapi pd realitanya butuh kebesaran jiwa untuk menghadapi setiap persoalan yg mendera. Yg plg sering mengganggu adalah keingintahuan mereka tentang kita yg tak cukup dg bumbu perkenalan saja. Walaupun semua itu terbungkus rapi dalam bingkai kepedulian terhadap sesama tetapi ketika yg mereka masuki adalah hal yg paling penting dlm hdp maka ketaknyamanan dlm lingkungan seketika saja menyergap.

masalah yg plg sering muncul adalah tentang cinta. Ada berbagai dalih untuk memahami kehidupan cinta seseorang. Entah itu benar atau hanya kamuflase dlm rangka pengejawantahan pribadi yg punya nilai sosial tinggi. Sebenarnya sih kalau cuma pertanyaan aja gak masalah tp mereka gak pernah sadar sih ketika mulai bertindak yg kelewat jauh. Hmm ... Contohnya ketika seseorang yg tanpa kita minta mencoba untuk mewujudkan impian kita tanpa kompromi. Mereka pikir semua benar dan wujud kepeduliannya. Mungkin cap 'pahlawan' kesiangan masih cukup membanggakan di zaman ini. Tahu gak yg lebih parah lg kalau menyangkut urusan perasaan. Memangnya mereka pikir perasaan itu spt apa, mainan yg mudah dibolak balik? Wah mereka salah besar. Peduli sih boleh tapi jgn melanggar area yg terlalu jauh sebab bagaimanapun jg perasaan hanya milik jiwa yg bersemayam di dalam raga yg berperasaan.

inilah salah 1 faktor yg sering membuat org nggak betah di kota kecil. Karena terkadang semua org merasa berhak untuk mencampuri hidup org lain dan setiap jiwa harus selalu tunduk pada apa yg dimaui lingkungan. Hmm ...beda yg kontras dg metropolitan.

Tidak ada komentar: