Bumi terus berputar tanpa pernah memberi tanya pada manusia, siapkah ia menyongsong hari esok. Tanpa pernah memberi perintah pada manusia untuk kembali bergegas. Tapi ada sebuah kata halus dari bumi yg hampir tak kuasa terdengar kecuali mata hati kita tak lagi tertutup mendung.
Ah ... Esok beberapa denting lagi segera menjelang. Memaksa setiap diri untuk kembali mewarnai dunia. Dan setiap hari selalu saja ada catatan pada buku keabadiannya. Tapi hanya ada 1 hal yg tak pernah lekang "KELUH KESAH". Apa iya kita selalu identik dg kata itu ???
Sekecil apapun kalimat itu tetap saja punya makna kuat. Begitu banyak hal yg terjadi namun tak sesuai dg ingin kita. Tapi kita terlupa berapa banyak anugerah tercipta begitu indah. Mungkin kita kurang bersyukur atas semuanya atau lebih miris lg sebenarnya kita adalah seonggok daging yg tak mengerti arti bersyukur.
Wahai ... H... A... T... I...
Dimana sesungguhnya engkau bersembunyi. Mengapa ia kerap takut pada waktu yg trus dtg...
Waktu yg tak pernah punya kompromi untuk segenap rasa
Waktu yg tak lagi peduli dg sgala resah yg terlekat kuat pada hati
Waktu yg enggan berjabat tangan dg semua peristiwa tak teringin dari sekeping asa
Meski harap terus saja menjamahnya dalam segumpal mimpi seorang anak manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar