Senin, 29 Maret 2010

* B I L A * (eNd@Ng .. sSn) Gerimis kembali mengguyur kota ini, lalu Menyapa ramah pada bunga yg hendak layu Tersenyum simpul pada tanah gersang yg beku Menuai dingin dlm gemuruh kalbu Dan tersadari ia masih selimuti diriku Aku masih tegak dalam rasa bisu Kaki tetap kuat terpatri dlm kembara yg kerap bertumpu Mulut tak pernah lupa tuk mengeja semua peristiwa satu persatu Tangan takkan gemetar tuk menuliskan namamu Hati tak lg luruh dlm kecewa tuk terus membingkai indah bayangmu Bila waktu msh berpihak pada diriku, tak mengapa sgala tetap seperti dulu Bila smua ingin masih boleh bertahta dlm impianku, tak mengapa sgala tetap dlm bias kaku Bila stiap rasa tak jd bebanmu, tak mengapa kecewa menjadi teman hdp ku Tetapi semua bila tak lagi bila Bila .. Yg kurasa tak boleh bertahta Bila .. Yg sempat terucap tak siap tercipta Gerimis yg kembali turun tak lg mampu menuai rasa Bila dirimu tak inginkan semua ini Biar kusimpan rapi bg diri Bila rasa hadirkan gelora benci Tak mengapa kupatri rapat di dinding hati Bila hadirnya simpati mendesak kuat desir beban pasti Mohon jgn biarkan diriku melepas mimpi Saat gerimis mengguyur kembali Kau berujar pasti stiap diri hrs punya impian diri Bila impian seperti ini tak boleh tercipta dr desir hati Impian apakah yg berhak menghampiri ?

Tidak ada komentar: