RAHASIA HATI
Endang Ssn
Kepada Hati itu …
Untuk kesekian kalinya dalam rinai hujan yang mengguyur gersang kota, sepucuk surat tak pernah sampai kembali menjadi pelipur. Dalam debaran yang menggelayut manja, kala secercah senyum membuat napak tilas hati menjadi tak menentu. Kala sapa ramah berujar lirih, menautkan raga pada kelu yang tak pernah mampu bergerak.
Kepada Hati itu …
Kehadiran menyentuh sisi rasa yang telah lama luruh dalam penantian. Menjajaki gersang hati yang tercerabut oleh sebuah ketakberdayaan. Segala tunduk dalam aura cinta yang bersemi dari keping waktu. Membuat penyadaran bahwa segala keindahan pantas menjadi milik setiap nama, hanya kesempatan yang selalu menunggu sang waktu membawanya dalam perjalanan yang membungkus kisah.
Kepada hati itu …
Suatu masa akan menuntun arah cintaku menemuimu. Entah berapa lama lagi kisah itu akan dapat kutulis dalam sepasang puisi yang akan kurangkai. Menjemputmu dalam rumah hati terindah yang akan kau tinggali bukan sekedar persinggahan. Menaburi taman mimpi dengan asa yang akan kita raih pada masa depan, bukan sekedar catatan tanpa makna. Merengkuh jarak dan masa menjadi pelabuhan pasti akan sejatinya rasa, bukan semu belaka.
Kepada hati itu …
Suatu hari nanti, entah siapa, entah dimana .... tak pernah kutahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar