Sabtu, 04 Februari 2012

Yang Teryakini

Sebuah pelajaran indah dari Tuhan ...

Semakin tinggi pohon maka angin yang bertiup juga semakin kencang. Ada saja gesekan ketika seseorang tengah berada pada tangga kepopulerannya. Tapi aku lebih mengenal kesederhanaannya daripada yang lainnya. Sebab itu berbagai cerita yang mencoba datang dan mengusikku yang entah darimana aku tak peduli.

Saat ada yang bilang kau tak baik, aku tak mendengar
Saat ada yang bilang kau tak setia, aku juga tak mendengar
Saat ada yang bilang kau lupakan, aku tak mendengar


Setiap orang pasti percaya dengan nuraninya. Hati kecil tak pernah berdusta. Yang teryakini, itu yang semestinya.

Gesekan yang ada terhadap setiap manusia sebenarnya adalah cara Tuhan yang indah untuk mengajarkan kita belajar lebih sabar, meluweskan hati, melapangkan jiwa. Memahami lebih bijak bahwa percaya itu penting. Sebuah kekuatan yang akan mengantarkan manusia pada ketulusan.

Selagi aku meyakini apa yang nuraniku katakan, maka seribu orang yang coba mengusik sekalipun aku tak peduli.

Hanya saja tak tega bagaimana bisa mereka melakukan cara-cara seperti itu dengan menjatuhkan orang yang mereka katakan "Sayangi". Itu nggak adil buat dia. Apa ya mereka paham kata "Sayang" yang mereka agung-agungkan itu.


Urusan hati, biar menjadi urusan Tuhan saja. Sebab tak ada manusia yang dapat menakarnya. Apa yang dikatakan hatinya, hanya Tuhan saja yang tahu. Tak perlu memberitahuku tentang dia, sebab nurani dan Tuhanku saja yang akan menuntunnya.

Tidak ada komentar: