Mendung
yang menaungi kota
sedari pagi mungkin menjadi salah satu kendala untuk sebagian orang karena
harus mengurungkan beberapa rencana perjalanan. Tapi tidak denganku, mendung
menjadi salah satu anugerah. Selain aku bisa menemani bunda, aku juga masih
bisa bercumbu dengan Blacky and Niky. Dua benda yang selama beberapa waktu ini
tak pernah jemu menemani.
Blacky,
si laptop ajaib yang tak pernah lelah untuk terus mengalirkan kata-kata sarat
makna, kadang juga romantis namun tak jarang pula penuh air mata. Ia selalu
tersenyum setiap kali jemariku bergerak dan semangat menulis itu demikian kuat.
Ia juga tahu aku bukanlah perangkai kata terhebat tapi ia paham aku punya cinta
untuk dunia yang satu ini, literasi. Setidaknya aku dan Blacky percaya saat
mampu mencinta maka tak akan punya alasan untuk meninggalkannya dengan alasan
apapun. Terlebih cuma karena rasa letih, lelah apalagi moody. Menulis membuatku bisa berbagi. Sebab aku dan Blacky percaya
setiap catatan adalah sebuah pelajaran berharga bagi kehidupan. Meski tak semua
orang suka menulis tapi banyak orang yang suka membaca. Dan aku tak pernah
letih untuk terus berjuang agar semakin banyak lagi orang-orang yang mau
menulis. Kadang kala kita hanya terbelenggu oleh rasa ketakutan yang tak penting.
Ada yang merasa
tak percaya diri hanya karena seorang pemula. Bukankah kalau kita tak pernah
memulakan segala sesuatu, kita tak akan pernah tahu bagaimana hasilnya.
Hari
ini Niky tak mau kalah. Dalam kebisuan yang sahaja, ia sanggup menangkap aneka
momen spesial untuk kemudian menjadi abadi. Sayang, karena aku lebih menyukai
alam dan potret sosial maka bidikan si Niky penuh dengan peristiwa-peristiwa
itu. Aku sangat sayang dengan Niky. Seperti halnya Blacky, ia selalu ada setiap
kali aku mengajaknya membidik senja. Jingga yang merenda di langit adalah
nyanyian rasa yang selalu tak sanggup terlukiskan. Kali ini, Niky menangkap
mendung yang indah. Guratan alam tak biasa yang sesaat lagi akan menjadi hujan.
Hujan, peristiwa alam ini sangat indah. Melodi yang hadir akan mengajakmu
keluar dari kesepian yang menghimpit.
Jangan lagi mencemburui mereka, begitu
mungkin yang bisa kukatakan kepada sahabat-sahabatku. Mungkin waktuku memang
lebih banyak dengan keduanya. Laptop dan kamera adalah dua hal yang membuatku
bisa bebas berkelana mengeja berbagai pelajaran hidup. Bersama mereka, aku juga
bisa berbagi. Dan tentu saja, aku bisa memburu senja di beberapa daerah.
Blacky,
kepadanya aku juga berterima kasih. Dalam ketangguhan dan semangat luar biasa,
9 naskah novel telah lahir. 2 telah terbit, 4 sedang menunggu waktu di penerbit
dan 3 masih dalam proses penggarapan.
Percayalah,
menulis akan membuatmu memaknai sunyi dengan lebih bijak. Setidaknya tak ada
waktu yang tersia. Menulis membuatmu mengerti betapa setiap inci peristiwa,
setiap pandang mata dan setiap kata yang terdengar adalah peka yang harus
diasah untuk kemudin dibagi kepada sesama sebagai hal yang bermanfaat. Ide itu
ada di sekitarmu, jadi tak perlu jumpalitan dengan segala alasan untuk tidak menulis.
Keep Writing !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar