Just Do It
[Begitulah Penulis Menulis]
Endang SSN
“Bagaimana
caranya menulis setelah lama nggak menulis ?”
Sebuah pesan singkat datang
tiba-tiba. Pertanyaan yang sama dan sering kuterima. Mau menulis, ya
menulislah. Jangan menunggu waktu apalagi menundanya lagi hanya dengan alasan “Lalu apa yang akan aku tulis ?”.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu
justru membuat pena kita tak pernah bergerak. Mulai saja dengan hal yang
ringan. Para penulis hebat diluar sana
juga memulainya dengan cara yang sederhana, bukan langsung menjelma tulisan
yang bestseller. Hal yang terpenting
itu adalah kita punya keberanian untuk memulai. Bagaimana akan tahu hasilnya
jika tak pernah mencoba.
“Aku
nggak punya ide untuk menulis”
Kalimat seperti ini juga sering kita
dengar bukan ?. Ide itu sebenarnya banyak. Ia ada di sekitar kita, hanya saja
kita kurang peka melihatnya. Coba melihat sekeliling dengan hati. Belajar memahami
hal sekecil apapun. Melihat dan mendengarlah dengan hati, maka peka itu
perlahan akan kita miliki.
Banyak para penulis yang memulai
menulisnya dengan mengakrabi diari. Hal apa saja yang dialami dan dilewati di
sepanjang hari itu selalu ia tuangkan dalam sebuah tulisan. Tak harus menjadi
catatan panjang, satu paragrafpun akan menjadi awal yang baik. Bahkan ada
beberapa orang penulis yang bersemboyan “Seburuk
apapun hari yang kamu lalui, jangan pernah lupa untuk memberinya judul”.
Menulis itu adalah terapi. Ia harus
diasah dan dilatih setiap waktu. Ketika kita sampai pada kecintaan sesungguhnya
maka kita akan merasakan betapa menulis tak pernah menjadi bagian dari sisa
waktu semata. Kita akan sadar bahwa tak akan pernah ada alasan untuk tak
menulis. Coba kita lihat penulis-penulis seperti Gola Gong, Dee, A. Fuadi,
Habiburrahman atau bahkan JK Rowling. Mereka adalah orang yang juga sibuk
dengan kiprahnya di bidang masing-masing juga keluarga dan anak-anaknya. Tapi apa
mereka pernah mengeluh tak ada waktu untuk menulis ? Tidak. Pena mereka terus
menari. Karya-karya mereka masih terus membanjiri toko buku. Dalam segala
kesempatan, waktu bahkan kesempitan yang menghadang sekalipun. Menulis adalah
cinta. Menulis adalah jiwa, maka tak lagi berlaku alasan-alasan yang justru
hanya akan menenggelamkan impian kita.
“Lalu
bagaimana kalau tiba-tiba merasa jenuh dan benar-benar nggak bisa menulis”
Jawabannya membacalah. Ada yang beranggapan
bahwa penulis itu hanya menulis tapi tahukah betapa seorang penulis itu
dituntut untuk membaca jauh lebih banyak dibandingkan para pembaca itu sendiri.
Gola Gong pernah berkata dalam sebuah tulisannya “Penulis itu adalah orang yang paling sedikit tidurnya tapi paling
banyak membacanya dibandingkan dengan yang lain”.
Sebanyak apa kita menulis maka
setidaknya sebanyak itu pula kita membaca. So, tak ada alasan untuk tidak
menulis sekarang juga bukan ?.
Just
Do It … Now.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar