Minggu, 17 Februari 2013

JUST DO IT



Just Do It
[Begitulah Penulis Menulis]


Endang SSN

          




            “Bagaimana caranya menulis setelah lama nggak menulis ?”
            Sebuah pesan singkat datang tiba-tiba. Pertanyaan yang sama dan sering kuterima. Mau menulis, ya menulislah. Jangan menunggu waktu apalagi menundanya lagi hanya dengan alasan “Lalu apa yang akan aku tulis ?”.
            Pertanyaan-pertanyaan seperti itu justru membuat pena kita tak pernah bergerak. Mulai saja dengan hal yang ringan. Para penulis hebat diluar sana juga memulainya dengan cara yang sederhana, bukan langsung menjelma tulisan yang bestseller. Hal yang terpenting itu adalah kita punya keberanian untuk memulai. Bagaimana akan tahu hasilnya jika tak pernah mencoba.

            “Aku nggak punya ide untuk menulis”
            Kalimat seperti ini juga sering kita dengar bukan ?. Ide itu sebenarnya banyak. Ia ada di sekitar kita, hanya saja kita kurang peka melihatnya. Coba melihat sekeliling dengan hati. Belajar memahami hal sekecil apapun. Melihat dan mendengarlah dengan hati, maka peka itu perlahan akan kita miliki.
            Banyak para penulis yang memulai menulisnya dengan mengakrabi diari. Hal apa saja yang dialami dan dilewati di sepanjang hari itu selalu ia tuangkan dalam sebuah tulisan. Tak harus menjadi catatan panjang, satu paragrafpun akan menjadi awal yang baik. Bahkan ada beberapa orang penulis yang bersemboyan “Seburuk apapun hari yang kamu lalui, jangan pernah lupa untuk memberinya judul”.
             

            Menulis itu adalah terapi. Ia harus diasah dan dilatih setiap waktu. Ketika kita sampai pada kecintaan sesungguhnya maka kita akan merasakan betapa menulis tak pernah menjadi bagian dari sisa waktu semata. Kita akan sadar bahwa tak akan pernah ada alasan untuk tak menulis. Coba kita lihat penulis-penulis seperti Gola Gong, Dee, A. Fuadi, Habiburrahman atau bahkan JK Rowling. Mereka adalah orang yang juga sibuk dengan kiprahnya di bidang masing-masing juga keluarga dan anak-anaknya. Tapi apa mereka pernah mengeluh tak ada waktu untuk menulis ? Tidak. Pena mereka terus menari. Karya-karya mereka masih terus membanjiri toko buku. Dalam segala kesempatan, waktu bahkan kesempitan yang menghadang sekalipun. Menulis adalah cinta. Menulis adalah jiwa, maka tak lagi berlaku alasan-alasan yang justru hanya akan menenggelamkan impian kita.

            “Lalu bagaimana kalau tiba-tiba merasa jenuh dan benar-benar nggak bisa menulis”
            Jawabannya membacalah. Ada yang beranggapan bahwa penulis itu hanya menulis tapi tahukah betapa seorang penulis itu dituntut untuk membaca jauh lebih banyak dibandingkan para pembaca itu sendiri. Gola Gong pernah berkata dalam sebuah tulisannya “Penulis itu adalah orang yang paling sedikit tidurnya tapi paling banyak membacanya dibandingkan dengan yang lain”.
            Sebanyak apa kita menulis maka setidaknya sebanyak itu pula kita membaca. So, tak ada alasan untuk tidak menulis sekarang juga bukan ?.

          Just Do It … Now.

Tidak ada komentar: