Jumat, 24 Juni 2016

YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN

Ada yang bilang ketika kamu ingin tahu seperti apa seseorang, maka lihatlah siapa temannya. Dengan siapa saja dia bergaul, bagaimana cara mereka berinteraksi dan memelihara sebuah pertemanan. Teman atau sahabat adalah nutrisi penting dalam bersosialisasi. Secara tidak langsung membentuk kepribadian dan kebiasaan kita dengan sendirinya. Seringkali hal ini tidak disadari. 

Bahagia, ya aku sangat bahagia karena Tuhan memberi kesempatan dalam hidup untuk bertemu, mengenal hingga menjalin persahabatan dengan mereka. Heterogenitas jelas ada dalam komunitas kami. Namun hal itu bukan aral untuk bersama. Saling menghormati, bertoleransi atas nama jalinan yang indah. Sesibuk dan sesempit apa waktu yang kami punya, kami masih sadar bahwa pendidikan adalah salah satu poin penting untuk mengasah pengetahuan. Apa pun profesimu, jangan pernah menyerah untuk mengejar mimpi. Setiap orang sangat berhak untuk hidup lebih layak. 

Sore itu, setelah sekian lama. Senja meracik begitu cantik. Jingga merona malu di langit Surabaya. Buka puasa bareng sengaja dihelat untuk kembali bersilaturahmi. Terpisah jarak dan waktu tentu saja membuat rindu mendayu-dayu. Satu persatu mulai mengisi ruang. Senyum merekah. Cerita perjalanan yang luar biasa mulai mengalir satu persatu. Maklum saja tidak semua personil berdomisili di Surabaya. Tentu saja kalau bukan karena segunung rindu dan bongkahan cinta, langkah ini tidak akan berjejak dibawah langit yang sama. Dan ah ya, semua tidak pernah terjadi secara kebetulan. Ada Maha Indah yang mengatur semua keindahan ini. 

Pak Anto ... Si MC yang sudah semakin melebarkan sayapnya ini mulai beraksi. Ternyata tetap saja si ketua kelas memelihara auranya dengan sangat baik hingga kami pun setia menjadi pendengar di setiap ceritanya. Telah banyak yang dilewati namun satu yang pasti dia sangat bahagia karena materi kuliah yang selama 2 tahun didalami tidak pernah sia-sia. Mendengarkan, adalah bagian ilmu yang sudah sangat jarang ada tapi kami sepakat bahwa ini sangat penting. Kalau tidak ada yang mende garkan bagaimana sebuah komunikasi akan efektif? Hehehe.

Suhu Wishnew, seperti itu dia biasa mengeja namanya. Salah seorang praktisi Pemkot yang sering berbagi info seputar provinsi. Masih kalem, tetap vokal dan selalu seru. Banyolan segar khas Suroboyoan lekat. Dia, salah seorang energi dalam komunitas kami. 

Dayat, wah nggak pernah nyangka sekarang sudah sangat berbeda. Lebih politis dan aura bintangnya mulai kerasa. Kabar-kabarnya sih sedang mencalonkan diri. Entah sebagai apa? Posisi penting pokoknya. Sejalan dengan teman Medianya, si Lukman. Dua orang ini keren banget kalau sudah berdiskusi soal politik. Mulai dari hal kecil sampai yang segede Gunung Pangrango tak pernah luput dari bidikan mereka. Salut! 

Kiki, Mas Opex, Yudo dan Kak Affan yang masih selalu kompak dengan belahan jiwanya, serunya nggak kalah juga. Hmm, ada yang mulai berubah setelah sekian lama tidak bertemu. Terlihat lebih dewasa, lebih arif tapi sayang semakin heboh lucunya. Membuat tawa bertubi. Ah, keakraban mana lagi yang harus dikejar? Dalam pelukan bahasa cinta para sahabat, kamu akan mengerti mengapa bersama itu selalu berarti. 

"Maaf, pesanannya kosong."
Kenyataan pertama. 
"Tahu kremeznya habis." 
Kenytaan kedua. 
"Jus tinggal yang ada gmbarnya aja." 
Kenyataan ketiga dan sayangnya kelima gambar itu tak ada satu pun yang aku mau. 
"Mbak, air mineralnya kelebihan." 
Kenyataan keempat dan kami hanya bisa mengelus dada. Semua pesanan langsung masuk bill dan tidak bisa dibatalkan. Okey, Fine
"Nasi gorengnya kosong." 
Kenyataan ini bikin miris semiris-mirisnya. 
"Tapi nasinya ada kan?" Yudo butuh kepastian. 
Si pelayan mengangguk pelan. Nasi ada tapi nasi goreng kosong. Okey! Berarti gorengnya yang nggak ada. Hahaha, ada saja kenyataan hidup yang bikin tergelak. 

Bukan tentang makanannya, bukan tentang momennya tapi seberapa besar keinginan untuk bisa bersama, seberapa hebat perjuangan untuk menepis ego demi perjumpaan yang baik. Seberapa kokoh tali yang kita bangun untuk terus seiring, saling membaikkan. 

Ini belum lengkap, karena masih ada penggenap yang akan membuat kita semakin berwarna. Ucik, Anam, Mbak Andiwi, Pak Ari Junaidi, Bu Tine ... Ayo merapat di 11 Desember 2016. Ada yang spesial dari Pak Anto Nugroho. Hehehe, Peace!

Finally, kita yang selalu seru tak pernah kehabisan bahan untuk merayakan pertemuan. Pada rasa yang dibangun dengan baik, semoga segenap kebaikan melengkapi kita. Aamiin. 

Ups ... Special thanks to Adhadyanur Rana Kurniawan - tulang rusuk pilihan Tuhan, kekasih halal yang menggenapkan. Terima kasih untuk keabadian semua momen. 


 



Tidak ada komentar: