Sabtu, 03 Maret 2012

Aku jatuh cinta pada teh manis

Apa istimewanya segelas teh manis ? Biasa saja bagi sebagian orang. Tapi buatku, itu racikan yang sangat brilliant. Paduan rasa yang tak biasa, memanjakan dahaga dengan cita rasa yang berbeda. Seperti apapun suasana hati yang mencandaiku, segelas teh manis selalu membuatku berdamai dengan semuanya.

Aku bisa tertawa dalam sedihku, aku bisa tersenyum dalam kesalku, aku bisa peduli dalam keegoisanku. Teh manis mengenalkanku pada zaman yang harus kucerna. Teh manis yang merekatkanku dengan malaikat-malaikat kecilku.

Bagaimana bisa aku tak jatuh cinta pada segelas teh manis, sedang dia mengajarkanku betapa berharganya sebuah mimpi. Hanya demi mengecap rasa segelas teh manis jelang berbuka puasa, jiwa-jiwa kecil itu harus membanting tulang dari pagi hingga adzan berkumandang. Dan ketika segelas teh manis bisa mereka dapatkan dari rupiah yang dikumpulkan bersama, mereka harus membagi rasa pelepas dahaga itu bersama beberapa jiwa. Ucapan syukur yang satu persatu bersenandung lirih sempat membuatku getir. Namun disanalah aku menemukan betapa segelas teh manis sungguh sangat berarti. Sebuah harga rasa yang hanya bisa berdendang dalam hati.

Bagaimana bisa aku tak jatuh cinta pada segelas teh manis, sedang dia selalu mnegingatkanku betapa syukur itu tak kenal waktu. Betapa diluar sana masih banyak yang menjadikan rasa itu masih sekedar mimpi.

Bagaimana bisa aku tak jatuh cinta pada segelas teh manis, sedang dia selalu membawaku pada kesederhanaan. Senyawa rasa yang tak berlebih, racikan makna yang mengejawantah nyata dalam setiap sedunya.

Sederhana saja …

Tidak ada komentar: